Trik Samba File Server: Membatasi Ekstensi File yang Boleh Disimpan

Halo teman2 yang baik hati,

Apakah anda admin warnet atau mungkin sysadmin IT di kantor anda? Atau cuma tukang oprek iseng untuk belajar? Nah pasti lah kalian tahu yg namanya SAMBA. Betul, bukan Samba negeri samba ya tapi ini adalah nama software Linux untuk sharing (berbagi) file di jaringan. Fungsinya sederhana tapi manfaatnya luar biasa. Ketika samba terinstal di server jaringan maka server tsb berfungsi sebagai wadah menampung file2 dari semua komputer client yg terhubung dg server tsb. Plus berperan sbg distributor jadi file2 tsb dapat diakses dari komputer lain.

Yang dulu rajin ke warnet pasti ingat kalo di tiap PC selalu ada folder khusus untuk save file sementara, dan nanti bisa diambil dari komputer operator yg ada di depan. Atau ketika mau print suatu dokumen maka tinggal save saja di folder tsb dan operator warnet bisa langsung printing dari komputernya. Ketahuilah…..! Itu adalah Samba file server saudara2 😀

Kali ini ada sedikit tips berguna bagi anda para admin Samba. Yaitu untuk membatasi jenis file yg boleh disimpan di folder sharing tsb. Dengan kata lain, jika misal anda membuat sebuah folder utk sharing laporan yg berbentuk Microsoft Word atau Excel maka hanya file .doc/docx dan .xls/xlsx lah yang bisa tersimpan di folder tsb –file dg ekstensi lain adalah haram :D. Cara yg digunakan yaitu menambahkan syntax veto files dalam konfigurasi samba server (smb.conf) dibawah share definitions-nya.

Contohnya sebagai berikut: Saya asumsikan bahwa Samba sudah terinstal di server dan sudah bisa diakses dari komputer clients. Misal ada sharing folder untuk menampung file-file laporan kerja dalam format Word, Excel dan mungkin jg PDF, mari kita buat agar hanya file jenis itulah yg bisa disimpan di folder tsb. Buka dulu konfigurasi smb.conf yg terletak di /etc/samba/smb.conf

vim /etc/samba/smb.conf

Dalam berkas ini selalu ada Global Settings dan Share Definitions. Abaikan saja Global Settings dan lihat dibawah Share definitions. Tambahkan veto files dibawah konfigurasi yang ingin anda atur pembatasan jenis file-nya, something like this:

[LAPORAN KANTOR]path = /samba/laporanbrowsable = yeswriteable = yesguest ok = yesread only = noveto files = /*.exe/*.3gp/*.mp3/*.mpg/*.jpg …….. <——- tambahkan semua file yg DILARANG untuk disimpan pada baris ini

Tatkala yg boleh disimpan cuma pdf, doc, dan xls maka silahkan masukkan semua ekstensi file lainnya ke dalam baris veto files diatas. Masukkan semua ekstensi files yg banyak digunakan user pada umumnya misal  rar, zip, txt, htm, html, inf, dst.. dsb.. Maka file dg ekstensi tsb akan diblok oleh sistem saat ada user yg ingin menyimpan di folder itu. Hasilnya: user ga bisa sembarangan menyimpan files secara sesuka hati 😀 hanya yg diijinkanlah yg bisa di-save.

Jangan lupa kalau sudah dikonfigurasi seperti contoh, restart lah samba server-nya. Sekarang aturan veto files akan efektif di jaringan anda. Jika user ingin menyimpan file 3gp yg baru diunduh dari sebuah situs umpamanya, maka… gubrakkkkk ga bisaaaaaaa hahaha 😀

Veto files juga bisa menambah secure kemanan samba anda, masukkan saja ekstensi2 yg biasa dipake oleh virus lokal untuk menyebar misal .vbs/com/exe/bat/dsb maka virus tidak akan menyebar di dalam network 😀 Simple tapi efektif kan?

Kata kunci pencarian:
  • Membuat Server untuk file sharing
  • cara membatasi ekstensi file di samba server
  • cara membuka file samba docx
  • cara mengatasi sharing file ke host pada debian file yg tidak muncul
  • ekstensi yang menerima samba server

Leave a Reply