Sekarang Giliran Dropbear terinstall di CentOS Server

LIMITED STOCK: Cari VPS powerful untuk web bertrafik tinggi? Order di sini!

Yeah… setelah kemarin saya share bagaimana melakukan instalasi Dropbear di rumahnya mbak Debian, sekarang saya akan coba memaparkan bagaimana memasang Dropbear di Centos untuk menggantikan OpenSSH. Sekali lagi, apakah itu Dropbear? Dropbear adalah sebuah aplikasi SSH selain OpenSSH, jadi kalau anda punya alasan pengen mengganti aplikasi SSH bawaan Linux yaitu OpenSSH dengan Dropbear, semoga postingan ini akan membantu. Cara instal Dropbear di CentOS berbeda dengan di Debian, kurang lebih caranya sebagai berikut:

Tambahkan dulu repo epel ke server anda:

rpm -Uvh http://ftp-stud.hs-esslingen.de/pub/epel/6/x86_64/epel-release-6-8.noarch.rpm

Uhuyyy gampang lah itu… Eh atau malah error? Hehehe yaa jangan copas gitu aja, cek dulu CentOS-nya versi berapa. Kalau pake CentOS 5, jalankan:

wget http://download.fedoraproject.org/pub/epel/5/i386/epel-release-5-4.noarch.rpm

Lanjut dengan:

rpm -ivh epel-release-5-4.noarch.rpm

Sekarang install Dropbear:

<strong>yum install dropbear</strong>

Lancar ga ada masalah? OK lanjut… Buatlah sebuah jimat yang harus anda sembunyikan di:

<strong>vim /etc/sysconfig/dropbear</strong>

Hehehe, apa gunanya itu? Untuk opsi menambah port yang akan digunakan untuk konek ke server dengan Dropbear. Tambahkan saja parameter seperti ini:

<strong>OPTIONS=" -p 22"</strong>

Kalau ingin port lain sebagai alternatif jalan masuk, mudah.. tambahin saja opsi tersebut dengan port yang anda kehendaki, contohnya:

OPTIONS=" -p 22 -p 443 -p 143"

Contohnya seperti diatas. Kalau sudah simpan dan tutup berkas tersebut. Segera jalankan service dropbear dengan membaca mantra kuno:

service dropbear start

Kalau sukses anda akan melihat message bahwa Dropbear sudah up dan OK. Selanjutnya agar Dropbear jalan setiap server boot up, ketikkan saja command berikut ini:

<strong>chkconfig dropbear on</strong>

Pastikan port-port yang anda pasang sebelumnya tidak konflik dengan yang ada di OpenSSH. Ingat, ketika anda ngoprek server ini anda masih terhubung ke VPS via OpenSSH, jadi kalau ada port yang sekiranya sudah terpasang di OpenSSH maka OpenSSH-nya bisa dimatikan dulu. Kalau udah dirasa OK semua, OpenSSH boleh dibuang dan kedudukannya akan segera digantikan oleh Dropbear.

<strong>yum erase openssh-server</strong>

Jangan lupa jika ada perubahan konfigurasi misal menambah port, service dropbear-nya harus anda restart. Gampang kan? Sekarang anda bisa konek ke server via Dropbear melalui port-port yang anda setting pada langkah sebelumnya.

TROUBLESHOOTING buat pemilik server 😀

Problem: Gan ga bisa login buat tunneling di Bitvise… Macam mana iniii? Solusi: Solusinya enteng kok, masuk lagi ke console trus ketikkan perintah:

<strong>echo "/bin/false" &gt;&gt; /etc/shells</strong>

Sekarang coba lagi masuk dengan Bitvise. Nah bisa kan? 😀

Problem: Tetep ga mau konek kalo pake port selain port 22, gimana ini? Solusi: edit iptables-nya dulu. Edit file /etc/sysconfig/iptables dan kemudian tambahkan saja satu baris mantra ini kedalamnya:

-A INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 443 -j ACCEPT

Sesuaikan dengan port yang anda gunakan pada konfigurasi Dropbear anda, saya beri satu contoh diatas dengan port 443. Kalau ada lebih dari satu port maka buat saja rule iptables lagi dengan port yang lain yang digunakan oleh Dropbear. Kalau sudah, restart iptables:

service iptables restart

Problem: Aduh gan ane puyeng ga bisa2 nih, error mulu 🙁 Gimane donk? Solusi: Coba klik disini. 😀

Sewa VPS? Pilih RAMNODE saja! Murah, ngebut dan handal. Order di sini!

Latest Comments

  1. eboot November 23, 2013
    • admin November 23, 2013
      • eboot November 25, 2013
        • eboot November 25, 2013
        • admin November 25, 2013
  2. toiras January 5, 2014
    • admin January 5, 2014
  3. Ernas February 12, 2014
    • admin February 13, 2014
  4. Agung February 18, 2014
    • agung February 18, 2014
      • admin February 19, 2014
        • Agung February 19, 2014
          • admin February 19, 2014
          • Agung February 19, 2014

Leave a Reply to admin Cancel reply