Block Storage pada Digitalocean, Cara Setup dan Contoh Penggunaannya

Digitalocean kini menawarkan fitur baru untuk para penggunanya, yaitu yang disebut dengan block storage atau volumes. Block storage ini adalah semacam hdd yang dapat anda attach ke droplet sehingga anda akan mempunyai space yang lebih besar. Ibaratnya sih ini seperti anda colokin hdd eksternal ke komputer anda, ok paham kan?

Block storage dapat anda manfaatkan untuk banyak hal misal untuk nampung file backup ataupun tempat data webserver dll. Saat saya posting ini, block storage baru tersedia di tiga lokasi saja yaitu droplet Frankfurt 1, New York 1 dan San Fransisco 2… sayangnya Singapore belum nih (EDIT: Singapore sudah tersedia), nanti kalo sudah ada saya akan deploy satu untuk keperluan web saya. Saya akan contohkan langkah membuat droplet yang saya beri tambahan volumes atau block storage ini.

  1. Pertama tentu saya login ke akun DO saya
  2. Create droplet
  3. Choose an image, di sini silahkan pilih sesuka anda sesuai kebutuhan. Saya iseng saja pilih distro Debian 7.11 x32
  4. Choose a size, saya cuma pilih spek yang paling rendah saja yaitu yang ram 512 alias seharga $5 per bulan
  5. Add block storage, saya pilih yang $10 per bulan yaitu akan mendapat hdd sebesar 100GB. Di sini ada beberapa pilihan termasuk anda bisa tentukan sendiri size-nya berapa GB add block storage
  6. Choose a datacenter region, sesuai yang support block storage baru ada 3 maka saya ambil yang Frankfurt saja
  7. Select additional options, saya cuma centang yang Private networking
  8. Saya tidak akan pake ssh key. Hostname saya set lalu create.
  9. Beberapa menit berselang, droplet sudah aktif. Saya cek email untuk segera login ke console.

Setelah login, block storage tsb sudah ter-attach di droplet jadi sekarang droplet saya sesuai spek memiliki hdd 20GB (yg mana OS dan sistem ada di sini) dan hdd tambahan 100GB. Block storage ini ga bisa langsung dipake bro, ada beberapa langkah setup mudah yang harus dikerjakan dahulu yaitu:

    1. Cek lah dengan command lsblk

      block storage do1

      nah itu ya, terlihat ada hdd dengan kapasitas 100GB, namanya sda, letak lengkapnya dia ada di /dev/sda
    2. Formatlah hdd tsb karena tanpa diformat ya dia cuma nongol di situ saja dan ga bisa untuk save file. Jalankan command mkfs -t ext4 /dev/sda format block storage
    3. Tunggu sekejap sampai selesai, dan setelah done maka hdd tsb sudah dapat anda gunakan untuk menaruh file dan keperluan lainnya.
    4. Berikutnya yaitu membuat mount point dan melakukan mount hdd tsb. Apa itu mount point? Mount point itu semacam sebuah folder di mana ketika anda save file di situ maka dia sebenarnya akan masuk ke hdd block storage ini. Jelas kan, bro? Kalo ga kebangetan lah eheheh… Nah membuat direktori untuk mount point ini bebas boleh di mana saja tinggal anda sesuaikan dengan kebutuhan. Lebih jelasnya saya jelasin lagi di bawah ini dengan sebuah contoh nyata.
    5. Persistent mount. Supaya otomatis ter-mount tiap server boot/reboot maka editlah file /etc/fstab dan tambahkan entri:

      Note: /home/files yg ada tsb adalah contoh direktori mount point, jadi nanti silahkan anda sesuaikan dg direktori mount point yg anda buat.

CONTOH PENGGUNAAN BLOCK STORAGE DIGITALOCEAN

  1. Hmm, saya akan gunakan droplet beserta block storage ini untuk jadi seedbox. Saya lakukan setup rutorrent ini. Dibaca ya, jangan cuma mringis aja hahah…
  2. Jika anda perhatikan pada tutorial rutorrent tsb, anda akan melihat sebuah direktori di mana file hasil leech akan disimpan, kurang lebih di sini /home/username/rtorrent/download. Nah!! Inilah yang akan saya jadikan mount point hdd block storage tsb, supaya nanti semua file akan tersimpan ke hdd yang 100GB dan bukan ke hdd sistem (20GB). Jadi pada contoh ini, perintahnya adalah: mount -o discard,defaults /dev/sda /home/username/rtorrent/download/
  3. Coba cek lagi dengan lsblk maka akan tertera di situ hdd 100GB ini memiliki mount point direktori “download” yang saya gunakan di atas. Seedbox saya pun akan membaca bahwa server memiliki hdd 100GB, lihatlah: hdd block storage Yummmmyyyy kan? Hehehe, mantap lah pokoknya. Eh bentar.. saya punya akun private tracker, saya akan leech film box office yg sedang rame ah 😀

Mas, gimana kalo dipake untuk hosting, bukan seedbox macam gitu? Ya gampang lah ini bro. Yang jelas anda harus tahu persis sebuah direktori penting dalam setup hosting/webserver anda tsb. Saya beri contoh beberapa direktori yang harus anda jadikan mount point nih:

  • Jika instal LEMP pake centminmod, gunakan direktori ini sebagai mount point: /home/nginx/domains
  • Jika instal panel Webuzo, gunakan direktori ini sebagai mount point: /home/username/public_html
  • Jika instal EasyEngine atau LEMP/LAMP stack cara manual, direktori webservernya biasanya ada di /var/www atau /var/www/html, jadikan ini sebagai mount point
  • Jika instal cPanel maka jadikan /home sebagai mount point
  • Jika instal ini, itu dan lain-lain maka silahkan gunakan direktori tempat save file sebagai mount point.

Mas, bisa beri langkah lebih detail? Hmm.. Wani pirooo? Hehehehehe…

Selamat mencoba, semoga bermanfaat dan membuat anda semakin bahagia. Cheers!!!!!!

 

Kata kunci pencarian:
  • penggunaan digital ocean
  • storage mount tsb

Latest Comments

  1. Dwi Putro September 6, 2016
  2. rwan February 27, 2017
    • admin February 28, 2017

Leave a Reply