Belajar Setup Master dan Slave DNS dengan BIND9

LIMITED STOCK: Cari VPS powerful untuk web bertrafik tinggi? Order di sini!

Hello rekan-rekan semuanya,

pada kesempatan di awal tahun baru ini saya akan menuliskan langkah-langkah dasar setting master dan slave DNS dengan aplikasi BIND9 pada VPS Debian. Bagi yang agak rajin memantau blog ini, khususnya pada topik setup VPS untuk hosting (misal posting tentang Webmin, Centos Webpanel, Webuzo, LAMP, Centminmod) tentu sudah tidak asing dengan istilah private atau custom nameserver. Di situ aplikasi nameserver terinstal pada server yg sama, kali ini mari berpetualang sedikit dengan mengoprek VPS khusus hanya sebagai nameserver saja (tidak digunakan untuk webserver, database SQL dan lainnya).

Bahan-bahan yang saya gunakan di sini yaitu:

  • VPS1: 107.150.4.245 (sebagai master DNS)
  • VPS2: 192.73.235.249 (sebagai slave DNS)
  • VPS3: 119.235.249.201 (sebagai slave DNS)
  • VPS4: 128.199.249.91 (untuk setup LAMP, sebagai hosting web dll)
  • Sebuah domain, sebut saja bunga.tld (bukan domain sebenarnya)
  • Semuanya pake OS Debian 7, untuk VPS4 boleh gunakan OS apa saja

Nah apa yang akan saya kerjakan di sini adalah menjadikan 3 VPS pertama masing-masing sebagai ns1.bunga.tld, ns2.bunga.tld dan ns3.bunga.tld, sehingga domain bunga.tld tsb akan mengarah ke VPS4 di mana sudah (atau akan) disetup webserver dst untuk meng-host konten. OK, are you ready? Langkah-langkahnya cukup mudah, mari ikuti secara bertahap…

Setup VPS1 ( ns1.bunga.tld)

  1. Login as root
  2. Jalankan dahulu apt-get update
  3. Instal aplikasi BIND9 apt-get install -y bind9 dnsutils
  4. Edit konfigurasi vim /etc/bind/named.conf.options
  5. Hilangkan tanda // pada bagian forwarders dan isilah dengan ip DNS publik, misal Google DNS, OpenDNS, dsb bind options
  6. Tambahkan juga allow-recursion { 127.0.0.1; }; pada file tsb seperti tampak di atas. Save
  7. Next, edit file lagi yaitu vim /etc/bind/named.conf.local
  8. Buatlah baris baru di bagian paling bawah dan tambahkan:
  9. Silahkan bunga.tld anda ganti dengan domain anda sendiri. Perhatikan pada allow-transfer dan also-notify, di situ diletakkan ip dari VPS2 dan VPS3 yang akan bertindak selaku slave atau secondary nameserver
  10. Buat direktori zones seperti yg ada pada config di atas mkdir /etc/bind/zones kemudian segera berpindah ke direktori tsb cd /etc/bind/zones/
  11. Buat file zone bernama bunga.tld.db atau sesuaikan dengan domain anda sendiri vim bunga.tld.db dan isikan dengan:
  12. Jika anda amati isi dari file zone di atas, terdapat ip VPS4 yang ikut ditempatkan di sana. Artinya adalah bahwa nameserver ini akan mengarahkan domain yang bersangkutan ke VPS4.

Setup VPS2 ( ns2.bunga.tld)

  1. Login as root
  2. Jalankan langkah yang sama seperti pada setup master DNS dari step 1 – 6
  3. Masih berada pada file /etc/bind/named.conf.options, buatlah ruang baru di baris paling bawah dan tambahkan:
  4. Perhatikan kali ini anda lihat type slave; yang artinya ini adalah slave atau secondary DNS, dan pada baris tersebut juga terdapat masters {107.150.4.245;}; yang merupakan ip VPS1 yang sudah disetup menjadi master DNS. File bunga.tld.db tidak perlu dibuat karena nantinya setelah setup nameserver beres, master DNS akan mentransfer file zone tsb ke semua slave DNS dalam hal ini adalah ke VPS2 dan VPS3.

Setup VPS3 ( ns3.bunga.tld)

  • Lakukan sama seperti pada VPS2

Okay, setting nameserver pada ketiga VPS telah rampung dijalankan, sekarang silahkan restart aplikasi BIND9 pada masing-masing VPS dengan command: service bind9 restart. Untuk cek hasilnya silahkan pantau log pada tiap-tiap VPS dengan command tail -f /var/log/syslog (gunakan ctrl + c untuk exit dari log). Jika langkah setup nameserver benar maka kurang lebih hasilnya seperti ini:

Pada master DNS: master bind running dan pada tiap slave nameserver akan muncul semacam ini:

named[21691]: client 107.150.4.245#37303: received notify for zone 'bunga.tld'named[21691]: zone bunga.tld/IN: notify from 107.150.4.245#37303: zone is up to date

Pokoknya jika dari log tersebut tidak ada bau-bau errornya maka…. Selamat! Sekarang anda sudah punya NS1, NS2, dan NS3 dengan domain anda sendiri dan ketiga nameserver tsb berada pada subnet atau server yang berbeda. Wah keren juga ya? Selanjutnya, jangan lupa dan jangan pernah lupa bahwa anda harus segera login ke registrar domain untuk mendaftarkan NS tsb sebelum dapat digunakan.

Manfaat dan keuntungan dari membuat master dan slave DNS sendiri adalah:

  • Membuat anda tampak lebih tajir. Lihatlah, hanya untuk meng-host satu atau beberapa blog saja anda menggunakan 4 VPS! Udah seperti company besar saja tuh 😀
  • Reliability, redundancy dan better uptime. Jika pada pengalaman sebelumnya anda hanya gunakan 1 VPS untuk segala macam aplikasi baik itu webserver, database, nameserver, dst maka jika VPS tsb down maka anda sulit menyembunyikan muka merah anda dari hadapan para visitor hehehe. Dengan setup seperti ini anda masih ada kesempatan menyelamatkan muka, jadi jika VPS4 down, anda tinggal login ke master dan ubah A record untuk pointing ke ip baru (misal ke VPS cadangan yang sudah disetup sebagai “Maintenance mode”).
  • Jika master DNS down, masih ada 2 slave yang akan bertindak sama, artinya website atau blog anda tetap up dan bisa dikunjungi. Sekedar pengingat: pastikan anda menyewa VPS yang sudah teruji kualitas dan reputasinya karena nameserver merupakan bagian yang cukup vital. Server dengan uptime maksimal adalah suatu keharusan.

Demikianlah teman-teman, semoga apa yang saya share di sini dapat bermanfaat dan dapat mendatangkan banjir dollar online kepada semuanya. Cheers!

Eh… hoii bentar bang! Setup VPS4-nya macam mana? Hahaha, tentu tidak akan saya tulis di sini nanti malah keluar konteks. Ikuti saja tutorial-tutorial setup yang ada di internet, atau bisa juga setup LAMP stack seperti yang pernah saya tulis. Pokoknya pada VPS4 selaku webserver dll TIDAK ada setup nameservernya karena urusan nameserver sudah ditangani oleh ketiga VPS di atas. Cheers lagiii!!!!

Sewa VPS? Pilih RAMNODE saja! Murah, ngebut dan handal. Order di sini!

Latest Comments

  1. mp3sz March 4, 2016

Leave a Reply