Cara Menampilkan Akun SSH Auto-Update di Blog/Web

Hello para jagoan,

Sekarang saya akan share cara menampilkan akun SSH atau VPN di halaman web secara otomatis. Bagusnya lagi, akun SSH ini sudah auto-update tanpa sentuhan tangan anda lagi! Ini akan sangat bermanfaat bagi para calon customer anda, dengan kata lain anda ga perlu pusing2 create akun trial jika ada yg request. Cukup tampilkan saja di halaman blog dan akun tsb akan reset dan update sendiri. Wow? Hehehehe

Harap diingat, akun SSH yg akan nongol di web adalah akun SSH dari VPS yg anda kelola sendiri, jadi ini bukan akun SSH hasil scrape web orang atau hasil copas sana sini. No way, dude! This is your VPS! Akun SSH akan di-generate dari VPS yg anda jalankan. Otomatis.

Saya disini pake 2 VPS dengan maksud berbeda. Blog ini saya host di sebuah VPS dan saya punya VPS lain yg akan saya pake untuk generate akun SSH secara auto, kemudian akun hasil auto-create tsb outputnya akan saya tampilkan di blog ini. Paham dengan alur tsb? Okay let’s go!

Saya akan gunakan script saya yaitu script auto-create trial. Kalo anda pernah pake, tentu paham kan, hanya dengan ketik trial maka akun trial akan tersaji di console. Script tsb akan saya modif sehingga tidak lagi menampilkan output di console Putty tetapi outputnya akan berupa sebuah file HTML yg tersimpan di sebuah direktori. Script hasil modif adalah sbb: (bandingkan dengan yg versi ori untuk belajar).

#!/bin/bash
#Script auto create trial user SSH
#yg akan expired setelah 1 hari
#www.ARI-F.com | 089671477753
Login=trial-`</dev/urandom tr -dc X-Z0-9 | head -c4`
mumetndase="1"
Pass=`</dev/urandom tr -dc a-f0-9 | head -c9`
IP=`ifconfig venet0:0| awk 'NR==2 {print $2}'| awk -F: '{print $2}'`
useradd -e `date -d "$mumetndase days" +"%Y-%m-%d"` -s /bin/false -M $Login
echo -e "$Pass\n$Pass\n"|passwd $Login &> /dev/null
echo "<html>" > /home/ssh.html
echo "<head>" >> /home/ssh.html
echo "<title>SSH Gratis auto update</title>" >> /home/ssh.html
echo "</head>" >> /home/ssh.html
echo "<body>" >> /home/ssh.html
echo "<p align="center"><b>Free USA SSH</b></p>" >> /home/ssh.html
echo "<p align="center"><font size="1">Generated by ARI-F.COM</font></p>" >> /home/ssh.html
echo -e "<p align="center"><font size="5">Login: $Login Password: $Pass\nIP: $IP Port: 80, 143, 443"</font></p>" >> /home/ssh.html
echo "</body>" >> /home/ssh.html
echo "</html>" >> /home/ssh.html

Nah, tambah ruwet kan scriptnya? Ga juga. Kalo anda paham dikit tentang HTML maka itu sebenernya adalah struktur sebuah dokumen HTML yg “dituliskan” oleh bash script tsb menjadi sebuah output HTML yg tersimpan di direktori home dan nama filenya adalah ssh.html. Masih di VPS SSH tempat anda akan auto-create akun SSH, lanjutkan dengan langkah2 dibawah ini:

  1. Instal script tsb dengan nama trial. Ga tau cara instal? Bacalah ini
  2. Setup cron agar script tsb running sehari sekali (tengah malam) ; Jadi anda akan menampilkan akun SSH yg otomatis berubah tiap harinya. vim /etc/crontab
  3. Tambahkan bait 0 0 * * * root /usr/bin/trial
  4. Restart cron service cron restart
  5. Agar output auto-create SSH tsb tampil di blog yg notabene pake VPS lain maka saya setting dulu agar VPS SSH dapat mengirim file ke VPS blog secara auto. Jalankan ssh-keygen dan tekan enter2 saja sampe selesai. Note: Jalankan hanya jika anda BELUM pernah menjalankan command tsb di VPS yg bersangkutan
  6. Konek ke VPS blog ssh-copy-id -i /root/.ssh/id_rsa.pub X.X.X.X dimana X.X.X.X adalah IP dari VPS blog anda
  7. Isikan password VPS blog
  8. Testing transfer file output akun SSH ke VPS blog dengan contoh command scp /home/ssh.html X.X.X.X:/home/kampret/public/html/ari-f.com/ssh. Remember dude, lokasi path domain ini tentu saja beda dengan VPS yg anda gunakan. Pokoknya nanti file ssh.html tsb masuk ke root dir domain dan bisa diakses publik via http://domain/ssh.html
  9. Jika langkah 1 – 8 tepat dijalankan maka sekarang file ssh.html akan nongol di root dir domain anda. Lha jika ga ada? Hehehe, artinya ada step yg keliru dijalankan atau kurang tepat
  10. Jika sampai step 9 OK, sekarang saatnya otomatisasi. Tambahkan entri ini pada cron VPS SSH 0 0 * * * root /usr/bin/kirimssh
  11. Save dan restart cron lagi
  12. Buatlah file bernama kirimssh vim /usr/bin/kirimssh kemudian isikan command scp lengkap yg ada di step 8
  13. Save kemudian beri permission chmod +x /usr/bin/kirimssh
  14. At this point, you’re done! Pada tahap ini anda udah selesai. Sekarang anda akan mempunyai halaman web di domain anda yg menyajikan akun SSH auto-update tiap hari. Visitor hanya perlu membuka http://domain-anda/ssh.html

Well, bagi saya itu kurang keren. Saya ingin membuatnya sedikit lebih bagus yaitu dengan tombol yg bisa diklik pengunjung. Selanjutnya sebuah pop-up akan nongol dan data akun SSH tersaji. Hehehehe. Langkahnya adalah:

  1. Saya menggunakan platform WordPress, maka saya akan edit tag HEAD agar menampilkan popup tsb, yaitu dengan menambah:
    <script type="text/javascript">
    <!--
    function gretongan() {
    window.open( "http://ari-f.com/ssh.html", "myWindow",
    "status = 1, height = 300, width = 690, resizable = 0" )
    }
    //--></script>
  2. Pada postingan atau page dimana saya ingin tombol tsb muncul, saya tambahkan script berikut ini:
    <form>
    <input type="button" onClick="gretongan()" value="Klik sini untuk dapat SSH gratis!">
    </form>
  3. Finish!! :D Jangan lupa tambahkan 1-2 paragraf hasil mengarang indah diatas tombol tsb atau bisa juga anda tambahkan iming2 promo ssh premium yg anda jual agar user tertarik beli ehehehe. Kalo anda ga pake wordpress itu bukan masalah, anda masih bisa bikin tombol tsb, yg penting script pada nomor 1 anda sisipkan diantara <HEAD></HEAD> lalu lanjut tambahkan script nomor 2 dihalaman web anda.

Kalo anda mencoba dengan cermat dan teliti bukan asal copas command maka hasilnya juga akan work. Kalo ingin lihat hasil dari ujicoba saya ini maka silahkan cek page ini: FREE US SSH!

Bagus kan? Hehehe. Mungkin setelah anda mengunjungi link tsb dan klik tombolnya, anda akan balik kemari untuk protes “wah gan kok punya agan akun SSH-nya auto update tiap sejam? Kok beda dengan tutorialnya?” Baiklah, sebelum anda protes sampe ke MK maka saya beritahu bahwa tidak ada langkah yg berbeda dengan tutorial ini dg yg saya jalankan. Hanya saja script auto-trial yg saya pake utk bikin auto-create tiap sejam ini adalah script auto create trial yg full version (baca postingan ini sampai bawah), yg memang udah saya buat dg fitur trial dg durasi lebih pendek (misal jam/menit).

Tutorial ini memang berkaitan dg SSH tetapi anda bisa manfaatkan untuk hal lain. Silahkan jadikan semacam stimulan agar anda giat ngoprek. Misalnya anda bisa menampilkan status server via web dengan manjalankan alur yg sama dg tutorial ini. Ide dasar dari postingan ini adalah: bash script > output html > tampilkan ke web. Sederhana sekali kan bro? ;)

 
[ Dibaca 31 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Perlu Beli/Jual e-Currency Secara Instan? Klik di Sini [Neteller, Egopay, Payza, Perfect Money, OKPay, Bitcoin, Skrill]

Bagi teman-teman yg punya usaha atau kegiatan bisnis online, tentu online payment merupakan hal yg ga dapat dipisahkan dari aktifitas tsb sehari-harinya. Anda tentu paham dan mungkin sering menggunakan e-currency alias mata uang internet misal Bitcoin, Skrill, Perfect Money, Paypal, Neteller, Payza, dll untuk melakukan pembayaran, contohnya: bayar sewa server, register domain, trading forex, betting, online shopping, bayar hutang, dan masih banyak lagi.

Sebagian atau beberapa sistem online payment tsb memiliki fitur untuk “attach” kartu kredit penggunanya sebagai funding source, jadi balance atau top up/reload balance e-currency tsb sudah bisa langsung didebit dari kartu kredit yg anda gunakan. Tetapi tentu ini ga cocok bagi sebagian orang terutama kita2 yg ga punya kartu kredit hehehe.

Solusi bagi golongan tsb adalah tentu saja menggunakan jasa third-party atau pihak ketiga untuk membantu pengisian balance dari e-currency yg diperlukan. Pihak ketiga atau para exchanger ini menjual balance e-currency dan anda bisa menebusnya dengan membayar via transfer bank (m-banking, e-banking, dll). Setelah transaksi ok, balance anda terima selanjutnya bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Apakah alurnya agak ribet? :D terutama bagi anda yg selalu diburu waktu dan senantiasa harus menjalankan bisnis online dengan cepat. Disini saya akan share exchanger yg melayani beli/jual beberapa e-currency dengan sistem automatic alias instan dan tanpa konfirmasi manual. Keren kan? Ini tentu akan menghemat waktu dan tenaga anda dibanding anda harus kontak admin si exchanger setelah membeli balance e-currency yg anda butuhkan.

Belilah di Tukarcash! Tidak perlu konfirmasi manual, anda hanya butuh register sebagai member, isi form buy currency (atau sell), ikuti alurnya, bayar sejumlah tertera pada halaman order dan klik tombol “I have paid” selanjutnya sistem akan mendeteksi transfer yg anda kirimkan dan memproses transaksi tsb secara otomatis dan instan.

Postingan ini ga sekedar promosi hehehe tetapi sedikit sharing yg mungkin berguna bagi rekan2 trader atau pebisnis online, saya udah sering beli Neteller di Tukarcash dan selalu lancar dan cepat transaksinya. OK follow this guide:

Tukarcash melayani anda yg ingin beli balance/topup:

  • Skrill
  • Perfect Money
  • Bitcoin
  • Neteller
  • Payza
  • Paypal
  • OKPay
  • Egopay

Caranya cukup sederhana:

  1. Register jadi member Tukarcash disini
  2. Login ke dalam member area
  3. Pilih “Buy e-currency”
  4. Tentukan bank anda, tentukan e-currency yg ingin dibeli (Neteller, Paypal, Bitcoin, Skrill, dll….), tentukan nominal (dalam USD), jumlah rate dalam rupiah akan muncul, ikuti prosesnya
  5. Lakukan transfer via bank anda sejumlah yg tertera pada halaman order termasuk digit acak yg udah muncul oleh sistem (harus sama persis, jangan dibulatkan), klik “I have paid” jangan lupa isikan nama rekening Bank dari mana anda membayar. Jika transfer anda sudah terdeteksi oleh server maka transaksi akan diproses secara otomatis.
  6. Duduk manis dan balance akan segera masuk akun anda

Well done! Semoga postingan ringan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi anda semua terutama para pelaku bisnis online :D hehehe, mungkin ada baiknya anda bookmark saja postingan ini siapa tahu anda butuhkan esok hari.

Cheers!!!
[ Dibaca 54 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

OK Baiklah, Nih Tutorial Instal OpenVPN di VPS Debian

Hello,

Kali ini saya akan share tata cara dan adat istiadat dalam instalasi OpenVPN di VPS Debian. Saya sudah sering kali instal VPN jenis ini tetapi memang belum pernah saya dokumentasikan. Based on request akhirnya saya coba posting disini…. jadi moga2 bermanfaat. Tutorial ini saya ketik sambil saya ujicobakan, dengan kata lain ini adalah live report dari cara memasang OpenVPN di server.

OpenVPN ini akan mempunyai beberapa spesifikasi yaitu:

  • Menggunakan 2 jalur untuk konek; UDP port 1194 yg merupakan port default OpenVPN dan jalur TCP port 443 (sebagai alternatif untuk client saat konek. Jika port 443 udah terpakai misal untuk ssh tunnel maka anda harus pake port lain misal 465, dll)
  • User yg konek harus memiliki file2 untuk konek yaitu ca.crt dan file config .ovpn. Setelah ada file tsb user akan konek dg autentikasi username+password.

VPS yg saya gunakan untuk percobaan ini adalah VPS dg OS Debian 7 x86 (atau 32 bit), virtualisasinya adalah OpenVZ. Tentu saja anda bisa pake VPS lainnya misal dari DigitalOcean tetapi akan ada perbedaan kecil dalam proses nantinya.

Syarat OpenVPN bisa diinstal adalah bahwa interface tun/tap sudah ready. Hal ini bisa dicek dengan membaca mantra cat /dev/net/tun, dan jika aktif maka outputnya adalah: cat: /dev/net/tun: File descriptor in bad state. Jika tidak ada kalimat tsb artinya belum bisa diinstal OpenVPN, silahkan enable dulu via panel atau kalo bingung kontak host owner untuk meng-enable tun/tap device. Saya asumsikan anda udah login ke console sebagai root. Let’s start!

  1. Update dulu apt-get update, tunggu beberapa detik hingga rampung
  2. Instal paket OpenVPN apt-get install openvpn
  3. OpenVPN telah memudahkan proses instalasi dengan menyediakan banyak helper script, kita copy saja file tsb ke dir OpenVPN cp -a /usr/share/doc/openvpn/examples/easy-rsa /etc/openvpn/
  4. Buatlah certificate, pindah dulu ke dir berikut cd /etc/openvpn/easy-rsa/2.0
  5. Jalankan: source ./vars
  6. Jalankan: ./clean-all
  7. Jalankan: ./build-ca ScreenHunter_376 Aug. 29 10.41
  8. Nah akan muncul isian yg dimulai dengan nama negara atau Country Name. Pada tahap ini saya ga pernah isi/edit apapun. Enter saja sebanyak 7 kali untuk 7 pertanyaan yg muncul (terakhir adalah Email Address), ini tidak pengaruh apa2. Tapi kalo anda ingin tampak keren misal karena sedang ada teman yg duduk disebalah anda maka isilah pertanyaan2 tsb, jadi anda tampak sibuk ngetik diconsole dan itu akan membuat kagum teman anda :P
  9. Sekarang buatlah Diffie Hellman parameter ./build-dh
  10. Generate certificate untuk servernya ./build-key-server server01
  11. Kali ini anda akan diinterogasi 10 pertanyaan, disini saya juga ga isi apa2 alias enter2 saja. Hati2 pencet enter jangan ngebut2 karena nanti ada dialog apakah anda ingin sign the certificate? anda harus pilih dengan pencet y
  12. 1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n] Pilih y lagi pada dialog ini ScreenHunter_377 Aug. 29 10.50
  13. Untuk menghindari UDP flood dan serangan DDoS maka jalankan: openvpn --genkey --secret keys/ta.key
  14. Sekarang buatlah server config. Seperti tadi saya bilang bahwa nanti user bisa konek via UDP dan TCP maka disini kita akan buat 2 config. Pertama yg UDP dulu nih. cd /etc/openvpn
  15. Buat file vim server.conf
  16. Isikan dengan parameter berikut ini: port 1194
    proto udp
    dev tun
    ca keys/ca.crt
    cert keys/server01.crt
    key keys/server01.key
    dh keys/dh1024.pem
    plugin /usr/lib/openvpn/openvpn-auth-pam.so login
    client-cert-not-required
    username-as-common-name
    server 10.8.0.0 255.255.255.0
    ifconfig-pool-persist ipp.txt
    push "redirect-gateway def1"
    push "dhcp-option DNS 4.2.2.1"
    push "dhcp-option DNS 4.2.2.2"
    keepalive 5 30
    comp-lzo
    persist-key
    persist-tun
    status server-tcp.log
    verb 3
  17. Save+close file tsb
  18. Buat config untuk koneksi jalur TCP: vim server-tcp.conf
  19. Isikan parameter berikut ini: port 465
    proto tcp
    dev tun
    ca keys/ca.crt
    cert keys/server01.crt
    key keys/server01.key
    dh keys/dh1024.pem
    plugin /usr/lib/openvpn/openvpn-auth-pam.so login
    client-cert-not-required
    username-as-common-name
    server 10.9.0.0 255.255.255.0
    ifconfig-pool-persist ipp.txt
    push "redirect-gateway def1"
    push "dhcp-option DNS 4.2.2.1"
    push "dhcp-option DNS 8.8.8.8"
    keepalive 5 30
    comp-lzo
    persist-key
    persist-tun
    status server-tcp.log
    verb 3
  20. Copy certificates dan keys, buat dulu direktorinya mkdir /etc/openvpn/keys
  21. Copy semuanya cp /etc/openvpn/easy-rsa/2.0/keys/{ca.crt,server01.crt,server01.key,dh1024.pem,ta.key} /etc/openvpn/keys/
  22. Konfigurasi UDP dan TCP untuk server udah kelar, sekarang edit supaya config tsb terbaca ketika OpenVPN nanti dijalankan. vim /etc/default/openvpn
  23. Pada entri #AUTOSTART="all" hilangkan tanda pagar # didepannya sehingga menjadi AUTOSTART="all". Save dan close kembali file tsb
  24. Restart OpenVPN /etc/init.d/openvpn restart. Hasilnya harus ada 2 [OK] sebagai bukti bahwa config UDP dan TCP sudah running ScreenHunter_378 Aug. 29 11.12
  25. Pastikan ada 2 instances OpenVPN running di server, jalankan lsof -i |grep openvpn ScreenHunter_379 Aug. 29 11.15
  26. Ada UDP dan TCP kan? Artinya udah betul. Pada TCP terlihat ssmtp yg running, itu karena saya tadi pake port 465 di config TCP-nya. Jika anda pake 443 maka akan tertera disitu sebagai https
  27. Enable forwarding di VPS agar user bisa browsing, kan seru tuh user udah gembira konek tapi ga bisa browsing hehehe. Buatlah file vim /etc/sysctl.d/forwarding.conf dan isikan dengan mantra pendek net.ipv4.ip_forward=1
  28. Save+close kemudian jalankan sysctl -p /etc/sysctl.d/forwarding.conf dan outputnya adalah mantra yg ada di step 27 tsb
  29. Seting iptables untuk jalur UDP
    iptables -t nat -I POSTROUTING -s 10.8.0.0/24 -o venet0 -j MASQUERADE
  30. Seting iptables untuk jalur TCP
    iptables -t nat -I POSTROUTING -s 10.9.0.0/24 -o venet0 -j MASQUERADE
  31. Nah jeleknya tuh kadang Debian me-reset iptables setelah VPS restart, alias musnahlah settingan iptables yg kita jalankan tadi. Untuk menghindari hal tsb, maka jalankan tutorial ini agar iptables tersimpan dengan abadi di VPS
  32. Siapkan segelas air panas dan kopi favorit anda, silahkan ngopi2 dulu (kalo suka ngopi) kalo ga ya santai dan rileks2 dulu karena ngoprek server udah rampung. Selanjutnya nanti adalah menyiapkan setingan utk user/client
  33. Masih di dalam folder /etc/openvpn buatlah direktori mkdir clientconfig
  34. Copy-kan ca.crt dan ta.key yg tadi kita buat ke dir tsb. Ini akan dibutuhkan client sbg syarat konek cp /etc/openvpn/easy-rsa/2.0/keys/{ca.crt,ta.key} clientconfig/
  35. Buatlah file dengan ekstensi .ovpn. Karena OpenVPN ini menyediakan 2 jalur koneksi UDP dan TCP, maka untuk client kita akan beri 2 config. Pertama saya beri nama HANTU-UDP.ovpn. Pindah dulu ke cd clientconfig kemudian vim HANTU-UDP.ovpn
  36. Isikan mantra ini: client
    dev tun
    proto udp
    remote 107.150.3.178 1194
    resolv-retry infinite
    route-method exe
    resolv-retry infinite
    nobind
    persist-key
    persist-tun
    ca ca.crt
    auth-user-pass
    comp-lzo
    verb 3
  37. Lihat ip yg saya ketik bold diatas, pada VPS anda ganti dengan ip VPS anda sendiri!
  38. Trus sekarang bikin config client yg TCP, vim HANTU-TCP.ovpn
  39. Isikan dengan mantra: client
    dev tun
    proto tcp
    remote 107.150.3.178 465
    resolv-retry infinite
    route-method exe
    resolv-retry infinite
    nobind
    persist-key
    persist-tun
    ca ca.crt
    auth-user-pass
    comp-lzo
    verb 3
  40. Sekali lagi ganti ip yg bold tsb dg ip VPS anda sendiri, disampingnya adalah port TCP yg dipake. Kalo bukan pake 465 maka sesuaikan saja ya..
  41. Jika sudah, cek dengan command ls -al di dalam dir clientconfig dan anda harus melihat 4 buah file yaitu: HANTU-UDP.ovpn, HANTU-TCP.ovpn, ca.crt, dan ta.key
  42. Untuk memudahkan distribusi file tsb kepada para calon user maka archive-lah menjadi zip file. Jalankan zip dan jika malah command not found maka instal dahulu apt-get install zip
  43. Jalankan zip VPN.zip *
  44. Jika pada server anda ada webserver apache yg aktif maka file tsb bisa anda copy ke dir webserver misal /var/www. Sehingga nanti mudah anda ambil yaitu dengan download via browser http://ip-vps/VPN.zip. Saya ga akan kasih tau gimana cara cek apakah ada webserver atau tidak di VPS anda :D Bilamana pusink, download saja VPN.zip tsb dengan tool Bitvise
  45. Jalankan Bitvise SSH tunnelier
  46. Login harus sebagai root (wajib) ScreenHunter_380 Aug. 29 11.57
  47. Klik “New SFTP Window”
  48. Sebuah jendela explorer akan nongol. Sebelah kiri adalah PC anda (Local Files) dan sebelah kanan adalah isi dari VPS anda (Remote Files). Silahkan tuju ke Remote Files di sebelah kanan. Pada tombol navigasi klik up sekali untuk masuk ke dir / sehingga tampaklah direktori2 linux VPS anda ScreenHunter_381 Aug. 29 11.58
  49. Dobel klik pada direktori etc. Ingat kan, sebelumnya kita sudah membuat config untuk user yg sudah di-zip di dalam /etc/openvpn/clientconfig. Maka setelah masuk ke dir /etc dobel klik openvpn dan dobel klik dir clientconfig untuk membuka dir tsbScreenHunter_383 Aug. 29 12.00
  50. Terlihat di dalamnya ada VPN.zip yg sudah kita buat pada tahap sebelumnya. Download file ini ke PC anda dengan cara klik kanan > Download atau cukup drag and drop saja ke jendela Local Files yg ada disebelah kiri.
  51. Setelah ter-download pastikan isi dari VPN.zip adalah 4 buah file yg sudah kita buat tadi ScreenHunter_384 Aug. 29 12.01
  52. Ekstrak VPN.zip ke lokasi sementara, misalnya di Desktop
  53. Download software OpenVPN GUI ke PC anda dan segera instal
  54. Setelah terinstal di PC, masuklah ke folder C:\Program Files\OpenVPN\config
  55. Hapus semua file dan folder yg ada disitu
  56. Buatlah 2 buah folder baru, masing2 bernama HANTU UDP dan HANTU TCP atau nama folder sesuka anda
  57. Kembali ke lokasi dimana anda ekstrak VPN.zip sebelumnya, copy semua file minus HANTU-TCP.ovpn ke dalam folder HANTU UDP
  58. Copy semua file minus HANTU-UDP.ovpn ke dalam folder HANTU TCP. Penampakannya gini nih: ScreenHunter_384 Aug. 29 13.30 ScreenHunter_385 Aug. 29 13.31
  59. Bagaimana dengan akun untuk konek? User membutuhkan autentikasi username dan password agar bisa konek. Disini user openvpn hanyalah user atau akun Linux biasa. Kalo VPS ini udah anda setting untuk ssh tunnel dan sudah mempunya beberapa user, maka user tsb juga bisa konek ke OpenVPN ini dengan password yg sama. Intinya, pembuatan user bisa pake command paling basic ini di dalam VPS anda: useradd -s /bin/false nama_user atau bisa juga pake script auto-create seperti ini
  60. Kembali ke console VPS dan mari kita buat 1 user untuk percobaan konek OpenVPN ScreenHunter_386 Aug. 29 13.41
  61. Catat username dan passwordnya untuk konek. Jalankan dulu OpenVPN GUI yg sudah terinstal di pc (run as administrator), tunggu hingga icon OpenVPN GUI nongol di system tray sudut kanan bawah. Iconnya adalah logo bola dunia dan 2 pc yg layarnya berwarna merah
  62. Klik kanan pada icon tsb dan jika langkah sebelumnya sudah tepat maka akan ada 2 pilihan koneksi yaitu masing2 HANTU-TCP dan HANTU-UDP. Arahkan dg mouse ke salah satu nama koneksi tsb dan pilihlah “Connect”
  63. OpenVPN GUI akan segera menyambungkan anda dengan server, tetapi anda harus mengisi username dan password dulu agar bisa konek ScreenHunter_387 Aug. 29 13.47
  64. Klik OK untuk memulai koneksi ke server OpenVPN yg sudah diinstal pada seluruh langkah diatas. Status log akan terlihat saat connecting, dan icon akan berubah menjadi warna kuning. Bilamana sudah berwarna hijau artinya koneksi sukses ScreenHunter_390 Aug. 29 14.52
  65. Test dengan browsing ke cmyip.com, pastikan browser anda tidak sedang menggunakan proxy atau socks apapun. Jika anda melihat ip VPS anda nongkrong di layar monitor, maka selamat! Anda sudah sukses menginstal OpenVPN di VPS Debian dan menjalankannya di PC/laptop anda
  66. Bukti adanya OpenVPN yg sudah konek secara sistematis terlihat pada screenshot dibawah ini, cocokin tuh dg ip vps saya tertera pada server.conf, sama kan? :D ScreenHunter_389 Aug. 29 14.02
  67. Happy browsing, download and gaming! Pada pc anda, setelah OpenVPN GUI sukses koneksinya maka TIDAK diperlukan setingan apapun pada aplikasi apapun. Semua aplikasi yg anda jalankan sudah otomatis akan bekerja dibawah jalur VPN tsb.

Well done! Selamat menikmati koneksi OpenVPN yg sudah anda setting sendiri. Sebagai catatan, tutorial yg saya tulis disini sekali lagi adalah live report dari apa yg saya kerjakan. Tiap urutan nomor pada proses diatas saya ketik berbarengan dengan ujicoba yg saya jalankan tahap demi tahap. Jadi disini saya bukan sekedar ngetik atau cuma copas :D ahahah, tapi menjalankan apa yg jadi topik sekaligus mendokumentasikannya kedalam sebuah postingan blog. :D

Kedua jalur koneksi UDP dan TCP sudah saya test dan semua sukses. Apakah saya menemui kendala dalam menjalankan langkah nomor 1 – 67 diatas? Jawabnya adalah TIDAK. Semua lancar dan sekarang bisa langsung saya pake. Oleh karenanya, jika anda mengikuti tutorial ini dengan cermat, maka anda sewajarnya juga akan sukses konek untuk kali pertama setelah proses instalasi selesai!

Note:

  • Jika anda pake DigitalOcean atau VPS dengan virtualisasi KVM atau XEN maka command iptables yg dijalankan pada step 29 & 30 menggunakan interface eth0 bukan venet0. Cek untuk memastikan dg command ifconfig
  • File VPN.zip yg berisi config agar client bisa konek bukanlah sesuatu yg harus anda rahasiakan, justru harus bisa didapat oleh publik dengan mudah (misal jika anda jualan akun VPN) karena setelah memiliki file tsb, user harus mempunyai username dan password yg valid
  • Bagi client yg pake Windows 8, silahkan googling cara instal OpenVPN GUI karena denger2 sih ada sedikit trouble disitu tapi masih bisa diatasi kok.

Terima kasih.
[ Dibaca 69 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Migrasi Blog WordPress dari VPS Lama ke VPS Baru

Hello people!

Ini sebetulnya adalah postingan lanjutan dari tutorial instal Webuzo dan WordPress di VPS (baca disini). Kenapa saya bikin lanjutannya? Well, karena beberapa saat setelah tutorial Webuzo tsb beredar dan dibaca khalayak ramai, saya mulai mendapat banyak pertanyaan secara terstruktur, masif dan sistematis mengenai phpmyadmin. Ada apa dg phpmyadmin? Ternyata banyak yg bertanya ttg passwordnya, ada yg bertanya cara restore databasenya, ada pula yg bilang restore database ke phpmyadmin sering gagal, dst.

Banyak teman yg mencoba tutorial tsb tetapi punya tujuan yg sedikit berbeda: yaitu pindah alias migrasi blog WordPress dari VPS lama ke VPS baru yg sudah diinstal Webuzo, dan mereka mengandalkan phpmyadmin untuk backup/restore databasenya tetapi dalam prakteknya munculah beberapa hambatan seperti diatas.

Kali ini saya akan share sedikit tips ringan untuk migrasi WordPress dari VPS lama ke baru dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Perhatikan beberapa syarat yg harus dipenuhi berikut ini.

Pada VPS lama, atau akan saya sebut sebagai VPS1:

  • Memiliki akses root
  • ber-OS Linux jenis apa saja
  • WordPress terinstal dan sudah running pada domain ataupun subdomain
  • Menggunakan panel: Kloxo, cPanel, Webuzo, dll (ataupun tanpa panel; hal ini tidak pengaruh apapun karena kita akan gunakan console)

Jika syarat diatas terpenuhi, maka mari kita bersiap memindahkan WordPress tsb ke server baru (atau disini akan saya sebut sebagai VPS2).

  1. Login ke VPS1. Login as root
  2. Bukalah file wp-config.php. Dimanakah letaknya? Nah ini tergantung dg setting VPS dan panel yg digunakan. Yg pasti letaknya ada di dalam direktori domain atau subdomain dan biasanya ada di dalam dir /home. Contoh pada sebuah VPS yg saya gunakan: /home/admin2/public_html/ari-f.com ScreenHunter_370 Aug. 18 13.13 maka saya jalankan cat /home/admin2/public_html/ari-f.com/wp-config.php wp-config.php
  3. Catatlah DB_NAME, DB_USER dan DB_PASSWORD
  4. Kita backup database tersebut dengan menjalankan command: mysqldump --add-drop-table -u kampret_user1 -p kampret_wordress > /home/wp.sql
  5. Saat diminta password, isikan password sesuai yg ada pada DB_PASSWORD tsb
  6. Silahkan cek direktori /home, file backup wp.sql harusnya sudah nongkrong disitu cd /home kemudian cek ls -la
  7. Untuk migrasi WordPress dengan tepat, ada 3 buah direktori yg wajib disimpan, yaitu: themes, plugins dan uploads. Ketiganya terletak di dalam direktori wp-content jadi masuklah ke dir tsb dahulu (sekali lagi, letaknya tergantung setingan VPS dan panel yg digunakan). Copy 3 buah direktori tsb ke /home cp -rf uploads themes plugins /home
  8. Cek dalam dir /home dan sekarang harus ada 1 file sql dan 3 buah direktori
  9. Siapkan VPS2, pastikan sudah online dan bisa diakses dg root. Jika belum ada VPS baru maka pada tahap inilah saatnya anda menyewa VPS baru
  10. Transferlah file sql dan 3 direktori yg ada di VPS1 ke VPS2 scp wp.sql uploads themes plugins X.X.X.X:/home dimana X.X.X.X adalah ip dari VPS2. Jika ada semacam warning jawab saja yes dan isikan password root VPS2 jika diminta
  11. Login sebagai root di VPS2 (note: step 11 – 24 dijalankan pada server baru!)
  12. Baca lagi tutorial yg ini
  13. Lakukan instalasi Webuzo sampai selesai
  14. Login ke panel Webuzo dan tambahkan domain (tentu saja domain yg sama dengan domain WordPress di VPS1)
  15. Buatlah database via panel Webuzo. Catat nama DB, username dan passwordnya
  16. Masuk ke direktori /home cd /home
  17. Restore databasenya mysql -u XXX -p YYY < wp.sql dimana XXX adalah nama username database yg dibuat pada step 15 dan YYY adalah nama databasenya. wp.sql adalah backup database WordPress di server lama yg saat ini sudah ada di VPS2
  18. Isikan password sesuai dengan saat tambah database di panel Webuzo
  19. Instal WordPress hingga selesai (jangan malas, baca lagi postingan ini hehehe)
  20. Jangan lupa edit file wp-config.php dan isi dengan data database baru (step 15)
  21. Masuk ke direktori wp-content dan hapuslah direktori themes dan plugins rm -rf plugins themes
  22. Pindah ke home cd /home lalu restore 3 direktori WordPress lama ke dalam wp-content mv uploads plugins themes /home/xxxxx/public_html/wp-content atau jika itu adalah add-on domain maka mv uploads plugins themes /home/xxxxx/public_html/yyyyy/wp-content dimana yyyyy adalah nama domainnya.
  23. Setting ownership sesuai dengan username panel Webuzo
  24. Masuk ke domain registrar anda dan ubah ip nameserver ke ip VPS yg baru
  25. Setelah kira2 24-48 jam (untuk memastikan domain sudah pointing/resolve ke ip VPS2) maka VPS1 boleh dimatikan/dihapus.

Done! Ada 25 langkah tetapi santai saja dan jangan panik bro… mudah dieksekusi kok, cuma butuh ga lebih dari 10-15 menit. Dengan langkah2 diatas itu, migrasi WordPress dari VPS yg lama ke baru akan berjalan dengan sangat mulus dan bisa dipastikan tanpa downtime! Visitor setia blog anda tidak akan menyadari bahwa blog yg dikunjungi telah berpindah server. Terlebih jika blog anda pengunjungnya masih nol ya hahaha, tentu hanya Tuhan saja yg mengetahui blog anda sudah migrasi server. :P

Tips ini juga sangat berguna jika blog WordPress anda memiliki database yg ukurannya besar. Saya sudah sering mindahin WordPress ke server baru dan sama sekali ga pake phpmyadmin, hanya dengan melakukan langkah diatas dan selalu sukses tanpa kendala. Tidak perlu pula download backup database ke pc dan upload ke phpmyadmin… Apalagi jika speed internet anda tergolong ngos2an.

 
[ Dibaca 154 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Gagal Backup Database karena “-bash: mysqldump command not found”

Database SQL bisa dibackup (dan juga restore) melalui akses console dengan menjalankan command mysqldump. Contohnya nih:

mysql --add-drop-table -u xxxx -p zzzz > backup.sql

dimana xxxx adalah nama user database, zzzz adalah nama database dan backup.sql adalah nama file hasil backup, yang nantinya bisa direstore saat dibutuhkan.

Tetapi bagaimana jika ketika menjalankan command mysqldump yang nongol malah command not found? Hehehe sungguh mengesalkan :D OK, ada solusi yg bisa digunakan dalam keadaan seperti ini. Yaitu dengan menjalankan command yg berguna untuk mencari di path manakah perintah mysqldump tsb berada:

find / -name mysqldump -type f

Dari situ bisa ketahuan lokasi command mysqldump. Contohnya ketika saya jalankan command mysqldump dan not found pada server saya, dan dengan perintah find diatas ketemulah letak path mysqldump, dalam kasus saya yaitu:

/usr/local/apps/mariadb/bin/mysqldump

(di server anda bisa jadi hasilnya beda, tergantung faktor tertentu)

Path tsb bisa dijalankan pada console dengan ditambah opsi membackup database pada contoh dan hasilnya akan work. Untuk memperpendek agar mysqldump tidak perlu ditulis lengkap dengan path-nya, maka solusi yg saya pake ialah:

cp /usr/local/apps/mariadb/bin/mysqldump /usr/bin

Command tsb yaitu meng-copy mysqldump ke direktori /usr/bin sehingga akhirnya mysqldump bisa dijalankan langsung seperti contoh yg sudah digunakan disini. :D

mysql --add-drop-table -u xxxx -p zzzz > backup.sql

Well done, tinggal isikan password database tsb dan backup akan segera ter-create di server.
[ Dibaca 204 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Yuk Instal PPTP VPN di VPS CentOS 6.5 x64

Hello folks!

PPTP adalah Point-To-Point Tunneling Protocol VPN yang sebetulnya orang bilang sudah agak uzur hehehe, tetapi tentu saja VPN jenis PPTP ini masih banyak manfaatnya dan tentu banyak dipakai. Cara set-up nya mudah dan cara penggunaan untuk client pun sangat simple, tidak dibutuhkan software khusus untuk konek. Untuk device yg mobile yaitu Android dan iPhone -pun cara setting untuk dapat konek ke server PPTP VPN sangat gampang.

Pada posting ini saya akan instal PPTP pada droplet DigitalOcean dengan OS CentOS 6.5 x64. Jadi jika ingin cepat punya PPTP sendiri maka ikuti saja tutorial ini, jika anda juga pake DO maka dijamin sukses karena tulisan ini adalah dokumentasi nyata dari tahapan instalasi PPTP VPN yg baru saja saya jalankan dan sudah konek! :D

NOTE: Jika anda pake DigitalOcean, maka ketika create droplet jangan lupa untuk Enable VirtIO dan Private Networking. Jika anda pake VPS lain pastikan module ppp sudah enabled, anda bisa aktifkan di solusvm panel jika pake virtualisasi Openvz. Jalankan cat /dev/ppp, kalo hasilnya adalah /dev/ppp: No such device or address maka PPTP siap diinstal.
OK mari kita let’s go!

Setelah deploy droplet, login lah ke console server sebagai root, kemudian perhatikan urutan langkah dibawah ini:

  1. Jalankan dahulu:
    rpm -i http://poptop.sourceforge.net/yum/stable/rhel6/pptp-release-current.noarch.rpm
  2. Instal aplikasi pptpd (sekalian saya juga instal file editor vim karena itulah favorit saya) : yum -y install pptpd vim
  3. Edit file config PPTP: vim /etc/pptpd.conf
  4. Temukan mantra ini dan ganti ip nya seperti berikut: localip 10.0.0.1
    remoteip 10.0.0.100-200
    Anda boleh pake blok ip private lainnya. Yg pernah belajar ilmu jaringan tentu paham ada beberapa blok ip private lain yg bisa dimanfaatkan
  5. Lanjut… sekarang bikin usernya. User PPTP beda lhoo ya dengan akun server Linux, jadi ga pake command useradd. Jalankan: vim /etc/ppp/chap-secrets
  6. Isikan username dan password dengan contoh format: kambing pptpd 123456777 * Kalau ingin nambah user, tambahkan dibawahnya user baru. Jangan lupa tanda * dibelakangnya yg artinya bahwa dia boleh konek dari ip berapa sajaScreenHunter_353 Jul. 08 12.19
  7. Gunakan DNS Google untuk konek VPN. Anda boleh pake DNS publik lainnya: vim /etc/ppp/options.pptpd
  8. Tambahkan: ms-dns 8.8.8.8
    ms-dns 8.8.4.4
  9. Restart PPTP: service pptpd restart
  10. Cek netstat -alpn |grep :1723 ScreenHunter_346 Jul. 08 11.56
  11. Edit ip forwarding: vim /etc/sysctl.conf
  12. Temukan net.ipv4.ip_forward = 0 dan ubah menjadi net.ipv4.ip_forward = 1
  13. Save dan jalankan sysctl -p
  14. Set-up iptables rule:
    iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE && iptables-save
  15. Sip… silahkan ngopi2 dulu karena proses instal sudah selesai! :D

Gampang kan? Trus gimana cara konek? Well, gini nih cara konek jika anda pake Windows (saya rasa semua versi Windows akan mirip langkah2nya)

  1. Buka Control Panel\Network and Internet\Network and Sharing Center
  2. Di bawah “Change your network settings” klik “Set up a new connection or network”
  3. Pilih “Connect to a workplace” > Next
  4. No, create a new connection
  5. Klik “Use my internet connection (VPN)”
  6. Segera isikan IP publik VPS dan kasih nama VPN-nya terserah anda ScreenHunter_351 Jul. 08 12.02
  7. Di bawahnya centang opsi “Don’t connect now….” > Next
  8. Isikan username dan password yg sudah dibuat sebelumnya > Create ScreenHunter_354 Jul. 08 12.56
  9. Buka Control Panel\Network and Internet\Network Connections
  10. Klik kanan pada nama koneksi PPTP yg baru saja anda buat > Properties
  11. Klik tab Security > Type of VPN: pilih yg PPTP ScreenHunter_352 Jul. 08 12.03
  12. Klik OK!
  13. Selesai, dari situ anda bisa langsung konek dengan klik kanan lagi pada nama VPN tsb dan pilih Connect. Koneksi PPTP ini akan nongol juga di task bar pojok deket jam, yaitu pada logo connection (icon pc). Untuk konek isikan username dan passwordnya. Tentu saja koneksi internet anda harus aktif dulu ya… misal anda pake opsel ya modem harus dikonekin dulu sebelum bisa mengakses PPTP VPN ini.

Tidak diperlukan settingan pada browser dan aplikasi2 yg membutuhkan akses internet, semua sudah akan work dibawah koneksi PPTP ini. Jadi langsung saja test pada browser dengan membuka cmyip.com. Anda melihat IP VPS anda disitu? Itu artinya anda sukses konek ke PPTP VPN! :D

Lihat nih, cocokin ip yg nongol dengan yg saya set-up pada tutorial diatas :D Sama kan? Now happy browsing and downloading!

ScreenHunter_355 Jul. 08 13.10

Apa manfaatnya bro?
Oh banyak lahh… salah satunya ialah anda bisa membuat semacam LAN antara pc dirumah dan VPS yg anda jadikan server PPTP dan bertindak selaku router. Sebagai contoh sederhana, setelah berhasil konek seperti diatas, anda bisa berkomunikasi ke VPS via IP private.

Anda bisa ping ke VPS bukan ke IP 128.199.150.13 (pada contoh disini) melainkan ke 10.0.0.1. Jalankan cmd di pc anda dan ping ip 10.0.0.1, reply kan? Anda juga bisa ssh ke 10.0.0.1 untuk me-manage server ini, seolah2 antara VPS dan PC anda terhubung dengan kabel LAN. Dan koneksi ini tentu lebih secure. :D

Pengguna VPS Debian:
Daripada saya posting topik yg sama namun untuk OS Debian, maka baiknya saya tambahkan disini saja.. Untuk mensetting PPTP pada VPS Debian, caranya relatif sama. Anda bisa langsung instal dg command apt-get install pptpd, abaikan step nomor 1. Untuk step nomor 7, nama file yg diedit ialah pptpd-options. Selebihnya tidak ada step khusus.

SOLUSI UNTUK PPTP YG MACET BUKA SITUS TERTENTU:
Beberapa web susah diakses/lelet/lemot atau ga mau kebuka sama sekali? Hasil dari mencari wangsit via google kesana kemari akhirnya saya menemukan mantra sakti untuk mengakhiri penderitaan batin tsb. OK guys, login lagi ke console dan segera baca mantra berikut pelan2: iptables -I FORWARD -p tcp --syn -i ppp+ -j TCPMSS --set-mss 1356

Udah tested di saya dan 100% work! Kaskus, Kompas, speedtest, dll web yg tadinya ngadat sekarang lancar diakses dan langsung wuzzzzz! :D
[ Dibaca 748 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

VPS Murah 25 000/Bulan, Bayar Pakai Pulsa – Cocok Untuk Belajar

Hello teman2 yg baik hati semuanya,

Saya punya kabar agak baik nih, hehehe. Bagi anda yg ingin belajar ngoprek virtual private server, ingin belajar ssh tunnel, ingin coba2 instal aplikasi2 linux di server, belajar bash script, ingin sekedar belajar command line interface pada Linux tanpa instal Linux di PC, dll namun masih pemula/beginner/newbie dan kurang pede menyewa VPS dg spek heboh dg harga yg mahal, maka disini saya menyediakan VPS dengan spek minimal, murah namun kagak murahan yg bisa anda sewa dengan harga 25 000/bulan dan bisa dibayar dengan pulsa. Nice isn’t it?

Meski spek tergolong low-end tetapi server ini memiliki fungsi sama dengan server2 mahal lain, tidak ada batasan2 tertentu seperti ketika anda menggunakan vps free atau vps trial. Anda bisa gunakan untuk instal Squid proxy, webserver, Dropbear untuk SSH tunnel, OpenVPN, PPTP VPN, dll, semua port bisa digunakan dan tidak ada port yg diblokir. Yg membatasi hanyalah spesifikasi VPS itu sendiri yg memang di bawah spek VPS dg harga mahal. OK, coba cek saja speknya dibawah ini, siapa tahu butuh dan berminat. :D

Spesifikasi:
RAM: 128 MB
HDD: 6 GB
Bandwidth: 200 GB/bulan
Lokasi: USA
Full root access: YA
Control panel: TIDAK ADA

Nah bagi teman2 dan agan2 semua yg kiranya masih pemula dan baru akan nyemplung ke dunia per-VPS-an dan per-Linux-an serta per-ngoprek-an, sudah beribu2 kali baca tutorial di sana sini namun pusing gimana praktekinnya kalo ga ada VPS yg bisa buat ujicoba…. maka VPS murah yg saya tawarkan ini mungkin bisa jadi pertimbangan sebagai awal mempelajari ilmu pengetahuan yg berguna ini. :D

Keterangan:

SSH tunnel/VPN/Proxy: Bisa dan diperbolehkan. Harap diingat bahwa alokasi bandwidth yg tersedia adalah minimal sehingga jika nantinya anda menggunakannya untuk keperluan tsb maka sebaiknya untuk penggunaan pribadi dan bukan untuk di-share. Open proxy (Squid proxy tanpa autentikasi password) adalah terlarang dan tidak dapat ditolerir.

Torrent: Aktifitas torrent secara langsung pada server ini adalah terlarang. Instalasi torrent client pada server juga tidak diperbolehkan.

VPS yg ditawarkan adalah unmanaged, tidak ada technical support apapun untuk segala macam pertanyaan mengenai aplikasi atau konfigurasi yg anda kerjakan. 100% adalah tanggung jawab anda. Support hanya diberikan untuk inquiry genting misalnya server down ataupun maintenance.

Yang merasa terpikat hatinya untuk menyewa VPS ini boleh kontak saya via email rep[at]ari-f.com.

Cheers!!!!!!!!!!
[ Dibaca 660 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Script Auto Create Trial Akun SSH Bagi yang Ingin Jualan SSH

Hey ketemu lagi gan :D

Apakah anda sedang merintis bisnis berjualan akun SSH ataupun VPN? Kalo gitu saya mau share sesuatu yg mungkin sedikit berguna bagi anda semua seller SSH baik yg masih wanna-be, juragan ataupun veteran hehehe. Tentu masih segar diingatan ketika anda mulai menggelar lapak jualan akun SSH anda, baik di fb, forum, blog ataupun kaskus… anda akan segera banjir respon yg bunyinya ga jauh2 dari ini:

“ada trial?”, “minta trialnya donk gan”, “request trial bro!”, “gan boleh minta akun trial?”, “ada trialnya dulu ga nih?”, “trial donk, mau test speed” dst… dst…

Entah mereka serius akan jadi pelanggan ataupun hanya cari2 gretongan sesaat, anda harus segera meresponnya karena jika fast-response kemungkinan mereka akan jadi customer anda, terutama jika produk yg ditawarkan memang teruji memuaskan oleh mereka hihihi. Agak pusing juga kan dibanjiri orang2 ramah yg request akun trial? Nah oleh karena itu, tanpa banyak basa basi lagi disini saya akan share sebuah script untuk mempermudah pembuatan akun trial SSH.

Take a look! Simple dan sangat mudah, hanya dengan mengetikkan “trial” pada console sedetik kemudian akun trial SSH siap untuk diberikan ke calon pelanggan anda. Tidak perlu lagi repot2 dan pusing dengan command useradd -s /bin/false dengan segala atributnya, plus mikir nama user dan password. Cepat dan praktis, anda bisa menjalankan command trial sesering anda suka sesuai kebutuhan.

OK, inilah script auto create trial untuk akun SSH:

#!/bin/bash
#Script auto create trial user SSH
#yg akan expired setelah 1 hari
#www.ARI-F.com | 089671477753
Login=trial-`</dev/urandom tr -dc X-Z0-9 | head -c4`
mumetndase="1"
Pass=`</dev/urandom tr -dc a-f0-9 | head -c9`
IP=`ifconfig venet0:0| awk 'NR==2 {print $2}'| awk -F: '{print $2}'`
useradd -e `date -d "$mumetndase days" +"%Y-%m-%d"` -s /bin/false -M $Login
echo -e "$Pass\n$Pass\n"|passwd $Login &> /dev/null
echo -e "Login: $Login Password: $Pass\nIP: $IP Port: 80, 143, 443"
echo -e "\e[1;33;44mARI-F.COM\e[0m"

Instruksi instalasi di VPS anda adalah kurang lebih sebagai berikut:

  1. Login ke console server sebagai root
  2. Masuk ke dir cd /usr/bin
  3. Buatlah file bernama trial, atau nama file terserah anda vim trial
  4. Gunakan mouse untuk select rangkaian script diatas > klik kanan > copy
  5. Kembali ke area console dan pencet i untuk memunculkan --INSERT--
  6. Klik kanan pada area console dan seluruh script akan ter-paste
  7. Edit seperlunya, misal pada tampilan port server
  8. Pencet esc pada keyboard
  9. Ketik :wq
  10. Jangan lupa permission chmod +x trial
  11. Done! Untuk membuat akun trial tinggal ketik saja pada console: trial (atau kata apapun yg anda gunakan sebagai filename tsb)

Keterangan:
Script tsb saya share untuk memudahkan anda yg ingin berbisnis jualan akun SSH ataupun VPN. Sekaligus juga untuk pembelajaran kita semua. Oleh karena itu, silahkan dioprek, dikembangkan lagi sesuai keperluan dan agar lebih bermanfaat bagi segenap umat manusia. Script auto create trial SSH tsb saya buat, instal dan test di sebuah VPS dg OS Debian 6, virtualisasi yg dipakai adalah OpenVZ. Tested pada Debian 7 dan lancar jaya. Tested juga pada OS kentos.. eh CentOS dan work well.

Script auto create trial SSH diatas mungkin membutuhkan beberapa editing minor agar sesuai dengan server anda, misalnya saja pada venet0:0 yang merupakan interface ip publik. Anda harus cek server anda dg command ifconfig untuk melihat interface yg benar terutama jika anda menggunakan KVM (umumnya dg interface eth0), contohnya jika anda pake droplet DigitalOcean maka yg dipake adalah eth0.

Warning:
Jadilah orang yg bervisi maju dan berjiwa ngoprek sejati, gunakan script untuk belajar dan kembangkan agar lebih mantap. Jangan hanya bisa mengedit/mengubah www.ari-f.com -nya saja, trus diganti dg "modified by"... Lha kalo cuma gitu apanya yg dimodif? Lha wong fungsinya sama. :D

User yg dibuat dengan script trial ini akan expire setelah 1 hari, jika ingin membuat expire lebih dari satu hari maka silahkan edit pada bagian mumetndase="1" dan gantilah dengan angka yg lain.

Bagi para client pengguna jasa setting dan murid2 saya yg baik hati hehehehe (sok pakar dikit :D ), kalian bisa mengimplementasikan script diatas dengan settingan yg sudah ada dan akan bisa bersinergi dg script "gusur" yg berguna untuk auto-delete user yg sudah expired.

Untuk anda pengunjung blog yg terhormat silahkan membuat script auto-del sendiri, jangan manja bro hehehe. Karena seperti kita pahami bahwa user yg sudah dinyatakan expire TIDAK akan dapat konek ke port OpenSSH, TAPI ternyata tetap masih bisa konek ke port Dropbear. Atau silahkan register jadi peserta online training Linux VPS&SSH saya disini.

Mau script yg lebih powerful? Saya jual full version dari script auto create trial SSH!

Mungkin ada yg kepikiran bahwa akun trial dg umur sehari adalah kelamaan? Ya! Lebih mantab lah kalo trial tuh ga usah lama2, sekedar speedtest udah cukup maka buat saja trial misalnya 1 jam. Saya menawarkan script yg dapat membuat akun trial dengan durasi jam bahkan menit, full auto tanpa setting2 ini itu. Setelah diinstal cukup ketik "trial" saja dan server sudah akan menghandle tugas2 pembuatan akun trial. Fitur dari script ini, pada dasarnya sama dengan yg free diatas yaitu:

  • One hit command: ketik dan enter, beres!
  • Auto create username dengan prefix trial-XXXX (prefix bisa diubah)
  • Auto generate random pass untuk keamanan akun
  • Auto display IP server tempat instal script

Disamping itu script yg full version ini juga memiliki fitur lebih ampuh yaitu:

  • Masa expire bisa dibuat dalam hitungan menit (anda bisa dg mudah membuat akun yg aktif dalam waktu 1, 2 jam dst atau bahkan trial selama 30 menit, 5 menit pun OK! Cukup mengedit scriptnya dengan mudah sebelum diinstal (di script versi gratis minimum expired adalah 1 hari)
  • Tidak membutuhkan kombinasi script auto-delete untuk user yg sudah expire
  • (hot!)
    Auto force disconnect user. Seperti anda ketahui, user yg tengah aktif konek ke server tidak akan dc ketika yg bersangkutan terhapus maka dengan script ini ketika masa aktif sudah habis dia akan otomatis dipaksa log out dari server! (script versi gratis tidak menyediakan fitur ini - selama user tidak dc atau logout sendiri dia akan bisa terus menikmati akses SSH tunnel)
  • Akun trial yg dishare dan dipakai beberapa client juga akan diskonek bersamaan seiring dengan habisnya masa aktif, tentu saja ketika user mencoba konek kembali akan gagal karena akun trial tsb sudah auto deleted setelah dc
  • Support OpenSSH dan Dropbear dan semua OS Linux
  • Menjadikan anda lebih ganteng atau cantik (optional) dan banyak rejeki (conditional) :P

Berikut ini adalah penampakan test script full version yg udah saya edit untuk membuat akun trial SSH aktif selama 3 menit saja (perhatikan timeline pada Bitvise dimana user dc setelah 3 menit dan gagal konek setelahnya ahahah :D )

 alt=

Mantab kan? Hehehe... script auto trial SSH yg versi gratis tidak mempunyai fitur auto force log out seperti terlihat pada penampakan diatas. Jadi pada script ini ada semacam timer, bilamana user trial sudah ter-create maka server akan countdown alias menghitung mundur sesuai masa aktif (misal sejam), dan jika user trial tsb terdeteksi sedang aktif konek saat hitungan mundur habis maka dia akan ditendang dan kemudian akunnya dihapus. Keren? :P

Monggo kontak saya untuk mendapatkan script ini hehehe. Atau bisa ambil script yg free dan digunakan untuk belajar atau agar berfungsi lebih canggih lagi. How much does it cost? Silahkan ditukar dengan 50k IDR untuk mendapatkan script auto create trial SSH, lengkap dengan instruksi instal, penjelasan, dan tentu saja script yg tidak dienkripsi/diprotek sehingga bisa anda pelajari dan menambah ilmu berguna.

OK, terima kasih telah membaca postingan ini. Semoga ada manfaatnya bagi anda dan saya semua.

Oh, btw script ini yg ori cuma disini ya, dan saya yg bikin. Saya tau nanti akan ada yg share setelah beli dari sini (itu pasti), maka jika anda mendapatkan script ini di lain tempat dg harga lebih murah atau lebih mahal atau free maka itu script bajakan hehehe. Jadilah orang yg menghargai hasil karya orang lain.

Cheers!!!!
[ Dibaca 906 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

[NGINX] Not Found 404 Error pada WordPress Dapat Disembuhkan dg Cara Ini

Ketika anda mengganti webserver dari Apache ke Nginx maka permalinks wordpress yg sudah anda setting secara custom akan menjadi error not found 404 ketika diakses pada browser, ya kan? Mau ngutak atik .htaccess juga kagak akan ngaruh karena secara default Nginx ga mau gubris file tsb.

Hmmm hehehe jika anda telah pusing mencari2 solusinya, maka silahkan dicoba solusi yg ampuh ini.

Loginlah sebagai root ke ssh server anda kemudian buka mantra berikut ini:

vim /usr/local/apps/nginx/etc/conf.d/common

Setelah terbuka, tambahkan beberapa baris syair berdarah ini:

location / {
try_files $uri $uri/ /index.php?q=$request_uri;
}

Penampakan biar ga pada bingung nih:

ScreenHunter_375 Aug. 28 13.48

Simpan kembali lalu restart NGINX webserver:

service nginx restart

Sekarang cobalah membuka postingan dari blog WordPress anda yg sebelumnya hanya memunculkan page error 404 yg sangat mengesalkan hati. :D

Harusnya setelah pada tahap ini, error 404 tersebut sudah tidak nongol lagi ketika mengakses post ataupun page pada blog. Sippp… sukses kan?? :P
[ Dibaca 743 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Cara Murah Instal Banyak Blog ke VPS [DigitalOcean + Webuzo Panel]

Menambah domain, membuat nameserver, membuat database sql, instal wordpress, setting email, dll adalah pekerjaan yg memusingkan jika harus dilakukan manual untuk banyak domain dalam satu server. Oleh karena itu, untuk memperingan pekerjaan tsb anda membutuhkan sebuah control panel untuk VPS. Tinggal klik2 maka kerjaan yg ruwet tsb akan jadi jauh lebih gampang.

Panel yg paling populer adalah cPanel (www.cpanel.net), namun opsi ini ga cocok untuk sebagian orang karena alasan biaya :D Harga sewa license cPanel untuk VPS bulanan adalah sebesar $15 (atau sekitar $13 di distributor), belum lagi biaya sewa VPS itu sendiri yg berkisar $5 – $15 perbulan (tergantung spek). Total biaya pengeluaran agar blog2 anda tetap online tiap bulan ternyata cukup banyak. hehehe.

ALERT! Banyak orang salah kaprah dan salah paham menyebut control panel apapun yg terinstal untuk manage VPS adalah cPanel, padahal nyatanya bukan. cPanel adalah panel berbayar untuk mengelola server, jadi kalo anda mempunyai VPS tetapi tidak membayar biaya license cPanel $15/bulan atau $250/tahun artinya anda TIDAK menggunakan cPanel. Banyak sekali yg menyebut webmin, solusvm, dll dengan sebutan cPanel. Hehehehehehe :P

Beberapa waktu lalu ada sebuah panel gratisan yg sangat kondang dipake sejuta umat yaitu Kloxo. Namun sayang, belakangan diketahui bahwa Kloxo mempunyai bug berbahaya yg bisa menyebabkan server ditakeover penyerang untuk melakukan aksi denial of service. Para penyedia layanan server kini telah memasukkan Kloxo sebagai aplikasi yg terlarang untuk diinstal, dengan kata lain server akan suspended apabila ditemukan adanya aplikasi panel Kloxo.

OK guys kembali ke topik… Disini saya akan share alternatif bagus yg bisa memangkas biaya2 tsb. Yaitu dengan menggunakan cloud server dari DigitalOcean dan panel bernama Webuzo. Ongkos sewa server di DigitalOcean $5 – $10 perbulan dan license Webuzo adalah $0 alias gratis, atau kalo ingin fitur lebih silahkan beli license seharga $2.5 perbulan. Total biayanya tetep lebih murah dibanding dg menggunakan cPanel. Nah berikut langkah2 yg perlu dijalankan termasuk setting private nameserver, menambah domain, instal wordpress, dst. Let’s start! TAHAP 1 (sewa server + instal Webuzo)

  1. Daftarlah sebuah akun untuk menyewa server di DigitalOcean, bisa klik disini
  2. Siapkan $10 Paypal atau kartu kredit untuk aktivasi. Lakukan payment dari Billing DigitalOcean ($5 sudah bisa namun saya asumsikan bahwa anda akan meng-host blog dg trafik dan aktifitas tinggi, maka kita perlu menyewa server seharga $10 perbulan)
  3. Setelah akun DigitalOcean anda aktif, buatlah sebuah Droplet (sebutan untuk server di DigitalOcean). Baca disini untuk tutorial create Droplet. Karena akan digunakan untuk instal panel Webuzo, pilihlah distro CentOS, contoh:centos droplet digitalocean
  4. Setelah droplet aktif. Loginlah ke console via Putty dg akun root (cek email)
  5. Instal wget jika belum terinstall yum install wget -y
  6. Download Webuzo installer wget -N http://files.webuzo.com/install.sh
  7. Ubah permission chmod 0755 install.sh
  8. Jalankan installer Webuzo ./install.sh
  9. Tunggu hingga proses instal Webuzo rampung instal webuzo di vps
  10. Selesaikan proses instalasi dengan membuka via browser http://x.x.x.x:2004 dimana x.x.x.x adalah IP dari server anda (cek dan perhatikan output setelah selesai tahap nomor 9)
  11. Setelah terbuka di browser anda akan mendapati Webuzo initial setup. Silahkan isikan dengan data yg benar dan valid. Pada primary domain isikan dg domain yg akan dijadikan sbg domain utama, tentu saja anda harus udah punya domain. Pada isian Nameserver 1 dan 2 silahkan lihat contoh dan sesuaikan dg domain anda. License key kosongkan saja karena kita akan memakai free license ;) Webuzo installer
  12. Mudah sekali kan? Next, silahkan klik tombol “Install” dan tunggu beberapa menit hingga muncul “Installation completed successfully
  13. Loginlah via browser http://x.x.x.x:2004
  14. Arahkan kursor ke Setting > General > Centang pilihan bahwa server yg digunakan adalah VPS Webuzo vps
  15. Selanjutnya klik tombol “Edit Settings”
  16. Bukalah Enduser panel lewat browser http://x.x.x.x:2002. Dari panel tsb nanti anda bisa menambahkan domain, edit DNS zone, membuat database, setting email, instal aplikasi dan script (auto), dan lain2. Namun ikuti dulu tahapan berikutnya dibawah ini.

TAHAP 2 (Setting nameserver + memasang domain di server) Tentu saja para pengunjung yg budiman bertanya2, selanjutnya bagaimanakah caranya memasang domain di server, menyetting private nameserver menggunakan domain sendiri, membuat database dan menginstal self-hosted wordpress? Pertama anda harus membuat domain tsb konek ke server atau istilahnya resolve ke ip server. Untuk mewujudkan hal ini anda perlu mendaftarkan nameserver yg sudah anda buat ke registrar tempat anda membeli domain tsb. Saya akan beri contoh caranya jika memakai Namecheap.com:

  1. Login, masuk ke Manage domains
  2. Klik domain yg sudah anda gunakan pada tahap instal Webuzo sebelumnya
  3. Klik Nameserver registration di bawah label Advanced Options
  4. Lihat pada ADD (REGISTER) NEW NAMESERVERS dan isikan IP servernya, contoh:nameserver
  5. Jika anda pernah memakai domain ini pada server lain maka yg perlu dilakukan adalah klik pada Option 2 Find All Existing Nameservers, dan gantilah IP lama dg IP server anda yg digunakan saat ini
  6. Kalau sudah, klik Domain Name Server setup di bawah label General, pilih Specify Custom DNS Servers ( Your own DNS Servers )  dan isikanlah nameserver sesuai dengan domain anda. Dalam tutorial ini saya memberi contoh ns1.domainmu.net dan ns2.domainmu.net (Lihat kembali langkah instal Webuzo diatas)
  7. Klik save changes. Jika benar maka sekarang domain yg anda gunakan pada Webuzo akan resolve ke ip server. Cek dengan melakukan ping ke domain tsb. Buka domain tsb lewat browser dan jika benar akan muncul halaman default semacam ini: webuzo sukses
  8. Jika belum muncul page tsb tunggulah beberapa menit. Tapi jika setelah beberapa jam belum juga nongol dan ping belum resolve atau pointing ke ip server maka pasti ada kesalahan dalam proses yg anda kerjakan. Yukkkk silahkan cek2 lagi :D
  9. Anda bisa menambahkan domain baru ke server. Login ke http://x.x.x.x:2002 dan klik Add New Domain, isikan domain yg ingin ditambahkan dan centang pada “Is Domain Addon or Parked?
  10. Domain baru tsb akan memiliki custom namserver sendiri berupa ns1.xxxx.com dan ns2.xxxx.com, dimana xxxx adalah nama domain yg baru saja anda tambahkan ke server via Webuzo. Tentu saja anda perlu mengkonfigurasi nameservernya di registrar seperti step yg saya bahas sebelumnya.

Well done! Domain2 anda kini telah terpasang di server! Sekarang kita memasuki proses selanjutnya: TAHAP 3 (instal WordPress di server).

  1. Login kedalam Webuzo panel http://x.x.x.x:2002
  2. Webuzo menyediakan banyak sekali script dan aplikasi yg bisa diinstal hanya dengan beberapa klik saja… tetapi ohhh…. ga ada pilihan instal WordPress pada lisensi gratisan ini! Hmmm rupanya ini adalah trik marketing yg bagus dari Webuzo agar user mau membeli license yg harganya cukup murah yaitu $2.5/bulan. Silahkan beli jika ingin bisa instal WordPress dg auto script installer. Jika tidak maka lanjut ke berikutnya utk instal WordPress (semi) manual.
  3. Kita akan instal WordPress via console, mari login ke server dg Putty
  4. Masuklah ke direktori domain dimana anda ingin instal WordPress. cd /home/kampret/public_html (untuk primary domain) atau cd /home/kampret/public_html/xxxx dimana kampretadalah username Webuzo yg sudah dibuat pada proses instal dan xxxx adalah addon domain atau domain2 lain yg anda tambahkan kemudian
  5. Download script wordpress wget http://wordpress.org/latest.zip
  6. Ekstrak file tsb unzip latest.zip
  7. Pindahkan semua isi file wordpress ke direktori root domain cp -rf ./wordpress/* .
  8. Copy file sample konfigurasi wordpress cp wp-config-sample.php wp-config.php
  9. Kembali ke Webuzo dan buatlah sebuah database untuk instalasi wordpress Webuzo wordpress
  10. Buatlah user utk database tsb dan tambahkan user ke database wordpress yg sudah dibuat. Jangan lupa catat passwordnya karena nanti akan ditambahkan pada file wp-config.phpWebuzo database wordpress tambah user ke database
  11. Beri all privileges kepada user SQL
  12. Kembali ke console (langkah nomor 8) dan editlah file tsb vim wp-config.php
  13. Tambahkan nama database, user database dan passwordnya kedalam file tsb lalu save wp-config.php
  14. Lanjutkan instalasi WordPress dg membuka pada browser http://xxxx dimana xxxx adalah domain yg sudah terpasang di server yg ingin diinstali blog dg platform wordpress. Ikuti instruksi yg ada pada halaman instal tsb dan selesai. :D
  15. Agar tidak terjadi error pada permalinks (404 not found) maka ubah ownership domain beserta isinya menurut username Webuzo, contoh chown -R kampret:kampret /home/kampret/public_html/xxxx atau jika pada primary domain chown -R kampret:kampret /home/kampret/public_html/
  16. Sekarang blog wordress anda sudah up dan siap digunakan utk blogging, mengeruk dollar, dll. ;) Login dulu ke dashboard wp untuk kustomisasi blog anda (ganti theme, instal plugin, dll) di http://xxxx/wp-admin (xxxx = domain anda)

Begitulah teman2 dan agan2 yg baik hati semuanya… udah saya share ttg langkah2 untuk memasang wordpress ke VPS yg dimulai dg tahap instalasi panel, menambah domain, membuat nameserver dan menginstal wordpress pada masing2 domain yg sudah ada di server. Memang kalo dibaca maka step2nya terlihat ruwet dan memusingkan, tetapi sebetulnya tidak sesulit yg anda kira. Saya tidak menemui kendala sama sekali ketika mencobanya utk pertama kali, jadi postingan ini adalah dokumentasi real experience bukan sekedar postingan noob yg ngakunya hacker tapi postingan blognya copas tanpa menyebut sumber hehehehhee :D

Blog www.ari-f.com yg anda kunjungi ini, ngom.be/esteh dan beberapa web/blog lain yg udah saya pasang di server ini adalah hasil dari langkah2 yg sudah saya jalankan disini.

Btw, berapa ongkos yg bisa saya hemat dengan tips ini? Sebagai info, sebelumnya saya menyewa sebuah VPS seharga $8.7 perbulan dan lisensi cPanel $13 perbulan, total $21.7 perbulan. Setelah saya migrasi ke DigitalOcean dan dengan menggunakan panel Webuzo ongkos bulanan yg saya keluarkan hanya $10! :D :D

Bagi anda yg ingin menggunakan VPS untuk meng-host blog dg domain sendiri namun pusing (baca: ga ada waktu) dengan tutorial diatas, boleh deh kontak saya utk menggunakan jasa instalasi dan konfigurasi siap pakai seperti tutorial dalam postingan ini. :P

ATTENTION: Bagi yg udah mencoba sampai ke TAHAP 3 langkah nomor 14 tetapi mendapatkan 500 Internal Server Error, maka solusinya adalah:

  1. Login ke panel http://x.x.x.x:2002
  2. Instal NGINX dan set as default (search aja di box search webuzo)
  3. Buang Apache: yum remove httpd -y
  4. Agar tidak 404 not found, lanjut dg tips ini
ATTENTION LAGI Banyak yg baca postingan ini tetapi bukan dalam rangka instal WordPress yg fresh install tetapi migrasi ke VPS baru. Jika anda salah satunya maka wajib hukumnya untuk membaca tutorial berikut ini.
[ Dibaca 3790 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!