Migrasi Blog WordPress dari VPS Lama ke VPS Baru

Hello people!

Ini sebetulnya adalah postingan lanjutan dari tutorial instal Webuzo dan WordPress di VPS (baca disini). Kenapa saya bikin lanjutannya? Well, karena beberapa saat setelah tutorial Webuzo tsb beredar dan dibaca khalayak ramai, saya mulai mendapat banyak pertanyaan secara terstruktur, masif dan sistematis mengenai phpmyadmin. Ada apa dg phpmyadmin? Ternyata banyak yg bertanya ttg passwordnya, ada yg bertanya cara restore databasenya, ada pula yg bilang restore database ke phpmyadmin sering gagal, dst.

Banyak teman yg mencoba tutorial tsb tetapi punya tujuan yg sedikit berbeda: yaitu pindah alias migrasi blog WordPress dari VPS lama ke VPS baru yg sudah diinstal Webuzo, dan mereka mengandalkan phpmyadmin untuk backup/restore databasenya tetapi dalam prakteknya munculah beberapa hambatan seperti diatas.

Kali ini saya akan share sedikit tips ringan untuk migrasi WordPress dari VPS lama ke baru dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Perhatikan beberapa syarat yg harus dipenuhi berikut ini.

Pada VPS lama, atau akan saya sebut sebagai VPS1:

  • Memiliki akses root
  • ber-OS Linux jenis apa saja
  • WordPress terinstal dan sudah running pada domain ataupun subdomain
  • Menggunakan panel: Kloxo, cPanel, Webuzo, dll (ataupun tanpa panel; hal ini tidak pengaruh apapun karena kita akan gunakan console)

Jika syarat diatas terpenuhi, maka mari kita bersiap memindahkan WordPress tsb ke server baru (atau disini akan saya sebut sebagai VPS2).

  1. Login ke VPS1. Login as root
  2. Bukalah file wp-config.php. Dimanakah letaknya? Nah ini tergantung dg setting VPS dan panel yg digunakan. Yg pasti letaknya ada di dalam direktori domain atau subdomain dan biasanya ada di dalam dir /home. Contoh pada sebuah VPS yg saya gunakan: /home/admin2/public_html/ari-f.com ScreenHunter_370 Aug. 18 13.13 maka saya jalankan cat /home/admin2/public_html/ari-f.com/wp-config.php wp-config.php
  3. Catatlah DB_NAME, DB_USER dan DB_PASSWORD
  4. Kita backup database tersebut dengan menjalankan command: mysqldump --add-drop-table -u kampret_user1 -p kampret_wordress > /home/wp.sql
  5. Saat diminta password, isikan password sesuai yg ada pada DB_PASSWORD tsb
  6. Silahkan cek direktori /home, file backup wp.sql harusnya sudah nongkrong disitu cd /home kemudian cek ls -la
  7. Untuk migrasi WordPress dengan tepat, ada 3 buah direktori yg wajib disimpan, yaitu: themes, plugins dan uploads. Ketiganya terletak di dalam direktori wp-content jadi masuklah ke dir tsb dahulu (sekali lagi, letaknya tergantung setingan VPS dan panel yg digunakan). Copy 3 buah direktori tsb ke /home cp -rf uploads themes plugins /home
  8. Cek dalam dir /home dan sekarang harus ada 1 file sql dan 3 buah direktori
  9. Siapkan VPS2, pastikan sudah online dan bisa diakses dg root. Jika belum ada VPS baru maka pada tahap inilah saatnya anda menyewa VPS baru
  10. Transferlah file sql dan 3 direktori yg ada di VPS1 ke VPS2 scp wp.sql uploads themes plugins X.X.X.X:/home dimana X.X.X.X adalah ip dari VPS2. Jika ada semacam warning jawab saja yes dan isikan password root VPS2 jika diminta
  11. Login sebagai root di VPS2 (note: step 11 – 24 dijalankan pada server baru!)
  12. Baca lagi tutorial yg ini
  13. Lakukan instalasi Webuzo sampai selesai
  14. Login ke panel Webuzo dan tambahkan domain (tentu saja domain yg sama dengan domain WordPress di VPS1)
  15. Buatlah database via panel Webuzo. Catat nama DB, username dan passwordnya
  16. Masuk ke direktori /home cd /home
  17. Restore databasenya mysql -u XXX -p YYY < wp.sql dimana XXX adalah nama username database yg dibuat pada step 15 dan YYY adalah nama databasenya. wp.sql adalah backup database WordPress di server lama yg saat ini sudah ada di VPS2
  18. Isikan password sesuai dengan saat tambah database di panel Webuzo
  19. Instal WordPress hingga selesai (jangan malas, baca lagi postingan ini hehehe)
  20. Jangan lupa edit file wp-config.php dan isi dengan data database baru (step 15)
  21. Masuk ke direktori wp-content dan hapuslah direktori themes dan plugins rm -rf plugins themes
  22. Pindah ke home cd /home lalu restore 3 direktori WordPress lama ke dalam wp-content mv uploads plugins themes /home/xxxxx/public_html/wp-content atau jika itu adalah add-on domain maka mv uploads plugins themes /home/xxxxx/public_html/yyyyy/wp-content dimana yyyyy adalah nama domainnya.
  23. Setting ownership sesuai dengan username panel Webuzo
  24. Masuk ke domain registrar anda dan ubah ip nameserver ke ip VPS yg baru
  25. Setelah kira2 24-48 jam (untuk memastikan domain sudah pointing/resolve ke ip VPS2) maka VPS1 boleh dimatikan/dihapus.

Done! Ada 25 langkah tetapi santai saja dan jangan panik bro… mudah dieksekusi kok, cuma butuh ga lebih dari 10-15 menit. Dengan langkah2 diatas itu, migrasi WordPress dari VPS yg lama ke baru akan berjalan dengan sangat mulus dan bisa dipastikan tanpa downtime! Visitor setia blog anda tidak akan menyadari bahwa blog yg dikunjungi telah berpindah server. Terlebih jika blog anda pengunjungnya masih nol ya hahaha, tentu hanya Tuhan saja yg mengetahui blog anda sudah migrasi server. :P

Tips ini juga sangat berguna jika blog WordPress anda memiliki database yg ukurannya besar. Saya sudah sering mindahin WordPress ke server baru dan sama sekali ga pake phpmyadmin, hanya dengan melakukan langkah diatas dan selalu sukses tanpa kendala. Tidak perlu pula download backup database ke pc dan upload ke phpmyadmin… Apalagi jika speed internet anda tergolong ngos2an.

 
[ Dibaca 61 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Gagal Backup Database karena “-bash: mysqldump command not found”

Database SQL bisa dibackup (dan juga restore) melalui akses console dengan menjalankan command mysqldump. Contohnya nih:

mysql --add-drop-table -u xxxx -p zzzz > backup.sql

dimana xxxx adalah nama user database, zzzz adalah nama database dan backup.sql adalah nama file hasil backup, yang nantinya bisa direstore saat dibutuhkan.

Tetapi bagaimana jika ketika menjalankan command mysqldump yang nongol malah command not found? Hehehe sungguh mengesalkan :D OK, ada solusi yg bisa digunakan dalam keadaan seperti ini. Yaitu dengan menjalankan command yg berguna untuk mencari di path manakah perintah mysqldump tsb berada:

find / -name mysqldump -type f

Dari situ bisa ketahuan lokasi command mysqldump. Contohnya ketika saya jalankan command mysqldump dan not found pada server saya, dan dengan perintah find diatas ketemulah letak path mysqldump, dalam kasus saya yaitu:

/usr/local/apps/mariadb/bin/mysqldump

(di server anda bisa jadi hasilnya beda, tergantung faktor tertentu)

Path tsb bisa dijalankan pada console dengan ditambah opsi membackup database pada contoh dan hasilnya akan work. Untuk memperpendek agar mysqldump tidak perlu ditulis lengkap dengan path-nya, maka solusi yg saya pake ialah:

cp /usr/local/apps/mariadb/bin/mysqldump /usr/bin

Command tsb yaitu meng-copy mysqldump ke direktori /usr/bin sehingga akhirnya mysqldump bisa dijalankan langsung seperti contoh yg sudah digunakan disini. :D

mysql --add-drop-table -u xxxx -p zzzz > backup.sql

Well done, tinggal isikan password database tsb dan backup akan segera ter-create di server.
[ Dibaca 157 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Yuk Instal PPTP VPN di VPS CentOS 6.5 x64

Hello folks!

PPTP adalah Point-To-Point Tunneling Protocol VPN yang sebetulnya orang bilang sudah agak uzur hehehe, tetapi tentu saja VPN jenis PPTP ini masih banyak manfaatnya dan tentu banyak dipakai. Cara set-up nya mudah dan cara penggunaan untuk client pun sangat simple, tidak dibutuhkan software khusus untuk konek. Untuk device yg mobile yaitu Android dan iPhone -pun cara setting untuk dapat konek ke server PPTP VPN sangat gampang.

Pada posting ini saya akan instal PPTP pada droplet DigitalOcean dengan OS CentOS 6.5 x64. Jadi jika ingin cepat punya PPTP sendiri maka ikuti saja tutorial ini, jika anda juga pake DO maka dijamin sukses karena tulisan ini adalah dokumentasi nyata dari tahapan instalasi PPTP VPN yg baru saja saya jalankan dan sudah konek! :D

NOTE: Jika anda pake DigitalOcean, maka ketika create droplet jangan lupa untuk Enable VirtIO dan Private Networking. Jika anda pake VPS lain pastikan module ppp sudah enabled, anda bisa aktifkan di solusvm panel jika pake virtualisasi Openvz. Jalankan cat /dev/ppp, kalo hasilnya adalah /dev/ppp: No such device or address maka PPTP siap diinstal.
OK mari kita let’s go!

Setelah deploy droplet, login lah ke console server sebagai root, kemudian perhatikan urutan langkah dibawah ini:

  1. Jalankan dahulu:
    rpm -i http://poptop.sourceforge.net/yum/stable/rhel6/pptp-release-current.noarch.rpm
  2. Instal aplikasi pptpd (sekalian saya juga instal file editor vim karena itulah favorit saya) : yum -y install pptpd vim
  3. Edit file config PPTP: vim /etc/pptpd.conf
  4. Temukan mantra ini dan ganti ip nya seperti berikut: localip 10.0.0.1
    remoteip 10.0.0.100-200
    Anda boleh pake blok ip private lainnya. Yg pernah belajar ilmu jaringan tentu paham ada beberapa blok ip private lain yg bisa dimanfaatkan
  5. Lanjut… sekarang bikin usernya. User PPTP beda lhoo ya dengan akun server Linux, jadi ga pake command useradd. Jalankan: vim /etc/ppp/chap-secrets
  6. Isikan username dan password dengan contoh format: kambing pptpd 123456777 * Kalau ingin nambah user, tambahkan dibawahnya user baru. Jangan lupa tanda * dibelakangnya yg artinya bahwa dia boleh konek dari ip berapa sajaScreenHunter_353 Jul. 08 12.19
  7. Gunakan DNS Google untuk konek VPN. Anda boleh pake DNS publik lainnya: vim /etc/ppp/options.pptpd
  8. Tambahkan: ms-dns 8.8.8.8
    ms-dns 8.8.4.4
  9. Restart PPTP: service pptpd restart
  10. Cek netstat -alpn |grep :1723 ScreenHunter_346 Jul. 08 11.56
  11. Edit ip forwarding: vim /etc/sysctl.conf
  12. Temukan net.ipv4.ip_forward = 0 dan ubah menjadi net.ipv4.ip_forward = 1
  13. Save dan jalankan sysctl -p
  14. Set-up iptables rule:
    iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE && iptables-save
  15. Sip… silahkan ngopi2 dulu karena proses instal sudah selesai! :D

Gampang kan? Trus gimana cara konek? Well, gini nih cara konek jika anda pake Windows (saya rasa semua versi Windows akan mirip langkah2nya)

  1. Buka Control Panel\Network and Internet\Network and Sharing Center
  2. Di bawah “Change your network settings” klik “Set up a new connection or network”
  3. Pilih “Connect to a workplace” > Next
  4. No, create a new connection
  5. Klik “Use my internet connection (VPN)”
  6. Segera isikan IP publik VPS dan kasih nama VPN-nya terserah anda ScreenHunter_351 Jul. 08 12.02
  7. Di bawahnya centang opsi “Don’t connect now….” > Next
  8. Isikan username dan password yg sudah dibuat sebelumnya > Create ScreenHunter_354 Jul. 08 12.56
  9. Buka Control Panel\Network and Internet\Network Connections
  10. Klik kanan pada nama koneksi PPTP yg baru saja anda buat > Properties
  11. Klik tab Security > Type of VPN: pilih yg PPTP ScreenHunter_352 Jul. 08 12.03
  12. Klik OK!
  13. Selesai, dari situ anda bisa langsung konek dengan klik kanan lagi pada nama VPN tsb dan pilih Connect. Koneksi PPTP ini akan nongol juga di task bar pojok deket jam, yaitu pada logo connection (icon pc). Untuk konek isikan username dan passwordnya. Tentu saja koneksi internet anda harus aktif dulu ya… misal anda pake opsel ya modem harus dikonekin dulu sebelum bisa mengakses PPTP VPN ini.

Tidak diperlukan settingan pada browser dan aplikasi2 yg membutuhkan akses internet, semua sudah akan work dibawah koneksi PPTP ini. Jadi langsung saja test pada browser dengan membuka cmyip.com. Anda melihat IP VPS anda disitu? Itu artinya anda sukses konek ke PPTP VPN! :D

Lihat nih, cocokin ip yg nongol dengan yg saya set-up pada tutorial diatas :D Sama kan? Now happy browsing and downloading!

ScreenHunter_355 Jul. 08 13.10

Apa manfaatnya bro?
Oh banyak lahh… salah satunya ialah anda bisa membuat semacam LAN antara pc dirumah dan VPS yg anda jadikan server PPTP dan bertindak selaku router. Sebagai contoh sederhana, setelah berhasil konek seperti diatas, anda bisa berkomunikasi ke VPS via IP private.

Anda bisa ping ke VPS bukan ke IP 128.199.150.13 (pada contoh disini) melainkan ke 10.0.0.1. Jalankan cmd di pc anda dan ping ip 10.0.0.1, reply kan? Anda juga bisa ssh ke 10.0.0.1 untuk me-manage server ini, seolah2 antara VPS dan PC anda terhubung dengan kabel LAN. Dan koneksi ini tentu lebih secure. :D

Pengguna VPS Debian:
Daripada saya posting topik yg sama namun untuk OS Debian, maka baiknya saya tambahkan disini saja.. Untuk mensetting PPTP pada VPS Debian, caranya relatif sama. Anda bisa langsung instal dg command apt-get install pptpd, abaikan step nomor 1. Untuk step nomor 7, nama file yg diedit ialah pptpd-options. Selebihnya tidak ada step khusus.

SOLUSI UNTUK PPTP YG MACET BUKA SITUS TERTENTU:
Beberapa web susah diakses/lelet/lemot atau ga mau kebuka sama sekali? Hasil dari mencari wangsit via google kesana kemari akhirnya saya menemukan mantra sakti untuk mengakhiri penderitaan batin tsb. OK guys, login lagi ke console dan segera baca mantra berikut pelan2: iptables -I FORWARD -p tcp --syn -i ppp+ -j TCPMSS --set-mss 1356

Udah tested di saya dan 100% work! Kaskus, Kompas, speedtest, dll web yg tadinya ngadat sekarang lancar diakses dan langsung wuzzzzz! :D
[ Dibaca 662 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

VPS Murah 25 000/Bulan, Bayar Pakai Pulsa – Cocok Untuk Belajar

Hello teman2 yg baik hati semuanya,

Saya punya kabar agak baik nih, hehehe. Bagi anda yg ingin belajar ngoprek virtual private server, ingin belajar ssh tunnel, ingin coba2 instal aplikasi2 linux di server, belajar bash script, ingin sekedar belajar command line interface pada Linux tanpa instal Linux di PC, dll namun masih pemula/beginner/newbie dan kurang pede menyewa VPS dg spek heboh dg harga yg mahal, maka disini saya menyediakan VPS dengan spek minimal, murah namun kagak murahan yg bisa anda sewa dengan harga 25 000/bulan dan bisa dibayar dengan pulsa. Nice isn’t it?

Meski spek tergolong low-end tetapi server ini memiliki fungsi sama dengan server2 mahal lain, tidak ada batasan2 tertentu seperti ketika anda menggunakan vps free atau vps trial. Anda bisa gunakan untuk instal Squid proxy, webserver, Dropbear untuk SSH tunnel, OpenVPN, PPTP VPN, dll, semua port bisa digunakan dan tidak ada port yg diblokir. Yg membatasi hanyalah spesifikasi VPS itu sendiri yg memang di bawah spek VPS dg harga mahal. OK, coba cek saja speknya dibawah ini, siapa tahu butuh dan berminat. :D

Spesifikasi:
RAM: 128 MB
HDD: 6 GB
Bandwidth: 200 GB/bulan
Lokasi: USA
Full root access: YA
Control panel: TIDAK ADA

Nah bagi teman2 dan agan2 semua yg kiranya masih pemula dan baru akan nyemplung ke dunia per-VPS-an dan per-Linux-an serta per-ngoprek-an, sudah beribu2 kali baca tutorial di sana sini namun pusing gimana praktekinnya kalo ga ada VPS yg bisa buat ujicoba…. maka VPS murah yg saya tawarkan ini mungkin bisa jadi pertimbangan sebagai awal mempelajari ilmu pengetahuan yg berguna ini. :D

Keterangan:

SSH tunnel/VPN/Proxy: Bisa dan diperbolehkan. Harap diingat bahwa alokasi bandwidth yg tersedia adalah minimal sehingga jika nantinya anda menggunakannya untuk keperluan tsb maka sebaiknya untuk penggunaan pribadi dan bukan untuk di-share. Open proxy (Squid proxy tanpa autentikasi password) adalah terlarang dan tidak dapat ditolerir.

Torrent: Aktifitas torrent secara langsung pada server ini adalah terlarang. Instalasi torrent client pada server juga tidak diperbolehkan.

VPS yg ditawarkan adalah unmanaged, tidak ada technical support apapun untuk segala macam pertanyaan mengenai aplikasi atau konfigurasi yg anda kerjakan. 100% adalah tanggung jawab anda. Support hanya diberikan untuk inquiry genting misalnya server down ataupun maintenance.

Yang merasa terpikat hatinya untuk menyewa VPS ini boleh kontak saya via email rep[at]ari-f.com.

Cheers!!!!!!!!!!
[ Dibaca 583 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Script Auto Create Trial Akun SSH Bagi yang Ingin Jualan SSH

Hey ketemu lagi gan :D

Apakah anda sedang merintis bisnis berjualan akun SSH ataupun VPN? Kalo gitu saya mau share sesuatu yg mungkin sedikit berguna bagi anda semua seller SSH baik yg masih wanna-be, juragan ataupun veteran hehehe. Tentu masih segar diingatan ketika anda mulai menggelar lapak jualan akun SSH anda, baik di fb, forum, blog ataupun kaskus… anda akan segera banjir respon yg bunyinya ga jauh2 dari ini:

“ada trial?”, “minta trialnya donk gan”, “request trial bro!”, “gan boleh minta akun trial?”, “ada trialnya dulu ga nih?”, “trial donk, mau test speed” dst… dst…

Entah mereka serius akan jadi pelanggan ataupun hanya cari2 gretongan sesaat, anda harus segera meresponnya karena jika fast-response kemungkinan mereka akan jadi customer anda, terutama jika produk yg ditawarkan memang teruji memuaskan oleh mereka hihihi. Agak pusing juga kan dibanjiri orang2 ramah yg request akun trial? Nah oleh karena itu, tanpa banyak basa basi lagi disini saya akan share sebuah script untuk mempermudah pembuatan akun trial SSH.

Take a look! Simple dan sangat mudah, hanya dengan mengetikkan “trial” pada console sedetik kemudian akun trial SSH siap untuk diberikan ke calon pelanggan anda. Tidak perlu lagi repot2 dan pusing dengan command useradd -s /bin/false dengan segala atributnya, plus mikir nama user dan password. Cepat dan praktis, anda bisa menjalankan command trial sesering anda suka sesuai kebutuhan.

OK, inilah script auto create trial untuk akun SSH:

#!/bin/bash
#Script auto create trial user SSH
#yg akan expired setelah 1 hari
#www.ARI-F.com | 089671477753
Login=trial-`</dev/urandom tr -dc X-Z0-9 | head -c4`
mumetndase="1"
Pass=`</dev/urandom tr -dc a-f0-9 | head -c9`
IP=`ifconfig venet0:0| awk 'NR==2 {print $2}'| awk -F: '{print $2}'`
useradd -e `date -d "$mumetndase days" +"%Y-%m-%d"` -s /bin/false -M $Login
echo -e "$Pass\n$Pass\n"|passwd $Login &> /dev/null
echo -e "Login: $Login Password: $Pass\nIP: $IP Port: 80, 143, 443"
echo -e "\e[1;33;44mARI-F.COM\e[0m"

Instruksi instalasi di VPS anda adalah kurang lebih sebagai berikut:

  1. Login ke console server sebagai root
  2. Masuk ke dir cd /usr/bin
  3. Buatlah file bernama trial, atau nama file terserah anda vim trial
  4. Gunakan mouse untuk select rangkaian script diatas > klik kanan > copy
  5. Kembali ke area console dan pencet i untuk memunculkan --INSERT--
  6. Klik kanan pada area console dan seluruh script akan ter-paste
  7. Edit seperlunya, misal pada tampilan port server
  8. Pencet esc pada keyboard
  9. Ketik :wq
  10. Jangan lupa permission chmod +x trial
  11. Done! Untuk membuat akun trial tinggal ketik saja pada console: trial (atau kata apapun yg anda gunakan sebagai filename tsb)

Keterangan:
Script tsb saya share untuk memudahkan anda yg ingin berbisnis jualan akun SSH ataupun VPN. Sekaligus juga untuk pembelajaran kita semua. Oleh karena itu, silahkan dioprek, dikembangkan lagi sesuai keperluan dan agar lebih bermanfaat bagi segenap umat manusia. Script auto create trial SSH tsb saya buat, instal dan test di sebuah VPS dg OS Debian 6, virtualisasi yg dipakai adalah OpenVZ. Tested pada Debian 7 dan lancar jaya. Tested juga pada OS kentos.. eh CentOS dan work well.

Script auto create trial SSH diatas mungkin membutuhkan beberapa editing minor agar sesuai dengan server anda, misalnya saja pada venet0:0 yang merupakan interface ip publik. Anda harus cek server anda dg command ifconfig untuk melihat interface yg benar terutama jika anda menggunakan KVM (umumnya dg interface eth0), contohnya jika anda pake droplet DigitalOcean maka yg dipake adalah eth0.

Warning:
Jadilah orang yg bervisi maju dan berjiwa ngoprek sejati, gunakan script untuk belajar dan kembangkan agar lebih mantap. Jangan hanya bisa mengedit/mengubah www.ari-f.com -nya saja, trus diganti dg "modified by"... Lha kalo cuma gitu apanya yg dimodif? Lha wong fungsinya sama. :D

User yg dibuat dengan script trial ini akan expire setelah 1 hari, jika ingin membuat expire lebih dari satu hari maka silahkan edit pada bagian mumetndase="1" dan gantilah dengan angka yg lain.

Bagi para client pengguna jasa setting dan murid2 saya yg baik hati hehehehe (sok pakar dikit :D ), kalian bisa mengimplementasikan script diatas dengan settingan yg sudah ada dan akan bisa bersinergi dg script "gusur" yg berguna untuk auto-delete user yg sudah expired.

Untuk anda pengunjung blog yg terhormat silahkan membuat script auto-del sendiri, jangan manja bro hehehe. Karena seperti kita pahami bahwa user yg sudah dinyatakan expire TIDAK akan dapat konek ke port OpenSSH, TAPI ternyata tetap masih bisa konek ke port Dropbear. Atau silahkan register jadi peserta online training Linux VPS&SSH saya disini.

Mau script yg lebih powerful? Saya jual full version dari script auto create trial SSH!

Mungkin ada yg kepikiran bahwa akun trial dg umur sehari adalah kelamaan? Ya! Lebih mantab lah kalo trial tuh ga usah lama2, sekedar speedtest udah cukup maka buat saja trial misalnya 1 jam. Saya menawarkan script yg dapat membuat akun trial dengan durasi jam bahkan menit, full auto tanpa setting2 ini itu. Setelah diinstal cukup ketik "trial" saja dan server sudah akan menghandle tugas2 pembuatan akun trial. Fitur dari script ini, pada dasarnya sama dengan yg free diatas yaitu:

  • One hit command: ketik dan enter, beres!
  • Auto create username dengan prefix trial-XXXX (prefix bisa diubah)
  • Auto generate random pass untuk keamanan akun
  • Auto display IP server tempat instal script

Disamping itu script yg full version ini juga memiliki fitur lebih ampuh yaitu:

  • Masa expire bisa dibuat dalam hitungan menit (anda bisa dg mudah membuat akun yg aktif dalam waktu 1, 2 jam dst atau bahkan trial selama 30 menit, 5 menit pun OK! Cukup mengedit scriptnya dengan mudah sebelum diinstal (di script versi gratis minimum expired adalah 1 hari)
  • Tidak membutuhkan kombinasi script auto-delete untuk user yg sudah expire
  • (hot!)
    Auto force disconnect user. Seperti anda ketahui, user yg tengah aktif konek ke server tidak akan dc ketika yg bersangkutan terhapus maka dengan script ini ketika masa aktif sudah habis dia akan otomatis dipaksa log out dari server! (script versi gratis tidak menyediakan fitur ini - selama user tidak dc atau logout sendiri dia akan bisa terus menikmati akses SSH tunnel)
  • Akun trial yg dishare dan dipakai beberapa client juga akan diskonek bersamaan seiring dengan habisnya masa aktif, tentu saja ketika user mencoba konek kembali akan gagal karena akun trial tsb sudah auto deleted setelah dc
  • Support OpenSSH dan Dropbear dan semua OS Linux
  • Menjadikan anda lebih ganteng atau cantik (optional) dan banyak rejeki (conditional) :P

Berikut ini adalah penampakan test script full version yg udah saya edit untuk membuat akun trial SSH aktif selama 3 menit saja (perhatikan timeline pada Bitvise dimana user dc setelah 3 menit dan gagal konek setelahnya ahahah :D )

 alt=

Mantab kan? Hehehe... script auto trial SSH yg versi gratis tidak mempunyai fitur auto force log out seperti terlihat pada penampakan diatas. Jadi pada script ini ada semacam timer, bilamana user trial sudah ter-create maka server akan countdown alias menghitung mundur sesuai masa aktif (misal sejam), dan jika user trial tsb terdeteksi sedang aktif konek saat hitungan mundur habis maka dia akan ditendang dan kemudian akunnya dihapus. Keren? :P

Monggo kontak saya untuk mendapatkan script ini hehehe. Atau bisa ambil script yg free dan digunakan untuk belajar atau agar berfungsi lebih canggih lagi. How much does it cost? Silahkan ditukar dengan 50k IDR untuk mendapatkan script auto create trial SSH, lengkap dengan instruksi instal, penjelasan, dan tentu saja script yg tidak dienkripsi/diprotek sehingga bisa anda pelajari dan menambah ilmu berguna.

OK, terima kasih telah membaca postingan ini. Semoga ada manfaatnya bagi anda dan saya semua.

Oh, btw script ini yg ori cuma disini ya, dan saya yg bikin. Saya tau nanti akan ada yg share setelah beli dari sini (itu pasti), maka jika anda mendapatkan script ini di lain tempat dg harga lebih murah atau lebih mahal atau free maka itu script bajakan hehehe. Jadilah orang yg menghargai hasil karya orang lain.

Cheers!!!!
[ Dibaca 791 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

[NGINX] Not Found 404 Error pada WordPress Dapat Disembuhkan dg Cara Ini

Ketika anda mengganti webserver dari Apache ke Nginx maka permalinks wordpress yg sudah anda setting secara custom akan menjadi error not found 404 ketika diakses pada browser, ya kan? Mau ngutak atik .htaccess juga kagak akan ngaruh karena secara default Nginx ga mau gubris file tsb.

Hmmm hehehe jika anda telah pusing mencari2 solusinya, maka silahkan dicoba solusi yg ampuh ini.

Loginlah sebagai root ke ssh server anda kemudian buka mantra berikut ini:

vim /usr/local/apps/nginx/etc/conf.d/common

Setelah terbuka, tambahkan beberapa baris syair berdarah ini:

location / {
try_files $uri $uri/ /index.php?q=$request_uri;
}

Simpan kembali lalu restart NGINX webserver:

service nginx restart

Sekarang cobalah membuka postingan dari blog WordPress anda yg sebelumnya hanya memunculkan page error 404 yg sangat mengesalkan hati. :D

Harusnya setelah pada tahap ini, error 404 tersebut sudah tidak nongol lagi ketika mengakses post ataupun page pada blog. Sippp… sukses kan?? :P
[ Dibaca 615 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

Cara Murah Instal Banyak Blog ke VPS [DigitalOcean + Webuzo Panel]

Menambah domain, membuat nameserver, membuat database sql, instal wordpress, setting email, dll adalah pekerjaan yg memusingkan jika harus dilakukan manual untuk banyak domain dalam satu server. Oleh karena itu, untuk memperingan pekerjaan tsb anda membutuhkan sebuah control panel untuk VPS. Tinggal klik2 maka kerjaan yg ruwet tsb akan jadi jauh lebih gampang.

Panel yg paling populer adalah cPanel (www.cpanel.net), namun opsi ini ga cocok untuk sebagian orang karena alasan biaya :D Harga sewa license cPanel untuk VPS bulanan adalah sebesar $15 (atau sekitar $13 di distributor), belum lagi biaya sewa VPS itu sendiri yg berkisar $5 – $15 perbulan (tergantung spek). Total biaya pengeluaran agar blog2 anda tetap online tiap bulan ternyata cukup banyak. hehehe.

ALERT! Banyak orang salah kaprah dan salah paham menyebut control panel apapun yg terinstal untuk manage VPS adalah cPanel, padahal nyatanya bukan. cPanel adalah panel berbayar untuk mengelola server, jadi kalo anda mempunyai VPS tetapi tidak membayar biaya license cPanel $15/bulan atau $250/tahun artinya anda TIDAK menggunakan cPanel. Banyak sekali yg menyebut webmin, solusvm, dll dengan sebutan cPanel. Hehehehehehe :P

Beberapa waktu lalu ada sebuah panel gratisan yg sangat kondang dipake sejuta umat yaitu Kloxo. Namun sayang, belakangan diketahui bahwa Kloxo mempunyai bug berbahaya yg bisa menyebabkan server ditakeover penyerang untuk melakukan aksi denial of service. Para penyedia layanan server kini telah memasukkan Kloxo sebagai aplikasi yg terlarang untuk diinstal, dengan kata lain server akan suspended apabila ditemukan adanya aplikasi panel Kloxo.

OK guys kembali ke topik… Disini saya akan share alternatif bagus yg bisa memangkas biaya2 tsb. Yaitu dengan menggunakan cloud server dari DigitalOcean dan panel bernama Webuzo. Ongkos sewa server di DigitalOcean $5 – $10 perbulan dan license Webuzo adalah $0 alias gratis, atau kalo ingin fitur lebih silahkan beli license seharga $2.5 perbulan. Total biayanya tetep lebih murah dibanding dg menggunakan cPanel. Nah berikut langkah2 yg perlu dijalankan termasuk setting private nameserver, menambah domain, instal wordpress, dst. Let’s start! TAHAP 1 (sewa server + instal Webuzo)

  1. Daftarlah sebuah akun untuk menyewa server di DigitalOcean, bisa klik disini
  2. Siapkan $10 Paypal atau kartu kredit untuk aktivasi. Lakukan payment dari Billing DigitalOcean ($5 sudah bisa namun saya asumsikan bahwa anda akan meng-host blog dg trafik dan aktifitas tinggi, maka kita perlu menyewa server seharga $10 perbulan)
  3. Setelah akun DigitalOcean anda aktif, buatlah sebuah Droplet (sebutan untuk server di DigitalOcean). Baca disini untuk tutorial create Droplet. Karena akan digunakan untuk instal panel Webuzo, pilihlah distro CentOS, contoh:centos droplet digitalocean
  4. Setelah droplet aktif. Loginlah ke console via Putty dg akun root (cek email)
  5. Instal wget jika belum terinstall yum install wget -y
  6. Download Webuzo installer wget -N http://files.webuzo.com/install.sh
  7. Ubah permission chmod 0755 install.sh
  8. Jalankan installer Webuzo ./install.sh
  9. Tunggu hingga proses instal Webuzo rampung instal webuzo di vps
  10. Selesaikan proses instalasi dengan membuka via browser http://x.x.x.x:2004 dimana x.x.x.x adalah IP dari server anda (cek dan perhatikan output setelah selesai tahap nomor 9)
  11. Setelah terbuka di browser anda akan mendapati Webuzo initial setup. Silahkan isikan dengan data yg benar dan valid. Pada primary domain isikan dg domain yg akan dijadikan sbg domain utama, tentu saja anda harus udah punya domain. Pada isian Nameserver 1 dan 2 silahkan lihat contoh dan sesuaikan dg domain anda. License key kosongkan saja karena kita akan memakai free license ;) Webuzo installer
  12. Mudah sekali kan? Next, silahkan klik tombol “Install” dan tunggu beberapa menit hingga muncul “Installation completed successfully
  13. Loginlah via browser http://x.x.x.x:2004
  14. Arahkan kursor ke Setting > General > Centang pilihan bahwa server yg digunakan adalah VPS Webuzo vps
  15. Selanjutnya klik tombol “Edit Settings”
  16. Bukalah Enduser panel lewat browser http://x.x.x.x:2002. Dari panel tsb nanti anda bisa menambahkan domain, edit DNS zone, membuat database, setting email, instal aplikasi dan script (auto), dan lain2. Namun ikuti dulu tahapan berikutnya dibawah ini.

TAHAP 2 (Setting nameserver + memasang domain di server) Tentu saja para pengunjung yg budiman bertanya2, selanjutnya bagaimanakah caranya memasang domain di server, menyetting private nameserver menggunakan domain sendiri, membuat database dan menginstal self-hosted wordpress? Pertama anda harus membuat domain tsb konek ke server atau istilahnya resolve ke ip server. Untuk mewujudkan hal ini anda perlu mendaftarkan nameserver yg sudah anda buat ke registrar tempat anda membeli domain tsb. Saya akan beri contoh caranya jika memakai Namecheap.com:

  1. Login, masuk ke Manage domains
  2. Klik domain yg sudah anda gunakan pada tahap instal Webuzo sebelumnya
  3. Klik Nameserver registration di bawah label Advanced Options
  4. Lihat pada ADD (REGISTER) NEW NAMESERVERS dan isikan IP servernya, contoh:nameserver
  5. Jika anda pernah memakai domain ini pada server lain maka yg perlu dilakukan adalah klik pada Option 2 Find All Existing Nameservers, dan gantilah IP lama dg IP server anda yg digunakan saat ini
  6. Kalau sudah, klik Domain Name Server setup di bawah label General, pilih Specify Custom DNS Servers ( Your own DNS Servers )  dan isikanlah nameserver sesuai dengan domain anda. Dalam tutorial ini saya memberi contoh ns1.domainmu.net dan ns2.domainmu.net (Lihat kembali langkah instal Webuzo diatas)
  7. Klik save changes. Jika benar maka sekarang domain yg anda gunakan pada Webuzo akan resolve ke ip server. Cek dengan melakukan ping ke domain tsb. Buka domain tsb lewat browser dan jika benar akan muncul halaman default semacam ini: webuzo sukses
  8. Jika belum muncul page tsb tunggulah beberapa menit. Tapi jika setelah beberapa jam belum juga nongol dan ping belum resolve atau pointing ke ip server maka pasti ada kesalahan dalam proses yg anda kerjakan. Yukkkk silahkan cek2 lagi :D
  9. Anda bisa menambahkan domain baru ke server. Login ke http://x.x.x.x:2002 dan klik Add New Domain, isikan domain yg ingin ditambahkan dan centang pada “Is Domain Addon or Parked?
  10. Domain baru tsb akan memiliki custom namserver sendiri berupa ns1.xxxx.com dan ns2.xxxx.com, dimana xxxx adalah nama domain yg baru saja anda tambahkan ke server via Webuzo. Tentu saja anda perlu mengkonfigurasi nameservernya di registrar seperti step yg saya bahas sebelumnya.

Well done! Domain2 anda kini telah terpasang di server! Sekarang kita memasuki proses selanjutnya: TAHAP 3 (instal WordPress di server).

  1. Login kedalam Webuzo panel http://x.x.x.x:2002
  2. Webuzo menyediakan banyak sekali script dan aplikasi yg bisa diinstal hanya dengan beberapa klik saja… tetapi ohhh…. ga ada pilihan instal WordPress pada lisensi gratisan ini! Hmmm rupanya ini adalah trik marketing yg bagus dari Webuzo agar user mau membeli license yg harganya cukup murah yaitu $2.5/bulan. Silahkan beli jika ingin bisa instal WordPress dg auto script installer. Jika tidak maka lanjut ke berikutnya utk instal WordPress (semi) manual.
  3. Kita akan instal WordPress via console, mari login ke server dg Putty
  4. Masuklah ke direktori domain dimana anda ingin instal WordPress. cd /home/kampret/public_html (untuk primary domain) atau cd /home/kampret/public_html/xxxx dimana kampretadalah username Webuzo yg sudah dibuat pada proses instal dan xxxx adalah addon domain atau domain2 lain yg anda tambahkan kemudian
  5. Download script wordpress wget http://wordpress.org/latest.zip
  6. Ekstrak file tsb unzip latest.zip
  7. Pindahkan semua isi file wordpress ke direktori root domain cp -rf ./wordpress/* .
  8. Copy file sample konfigurasi wordpress cp wp-config-sample.php wp-config.php
  9. Kembali ke Webuzo dan buatlah sebuah database untuk instalasi wordpress Webuzo wordpress
  10. Buatlah user utk database tsb dan tambahkan user ke database wordpress yg sudah dibuat. Jangan lupa catat passwordnya karena nanti akan ditambahkan pada file wp-config.phpWebuzo database wordpress tambah user ke database
  11. Beri all privileges kepada user SQL
  12. Kembali ke console (langkah nomor 8) dan editlah file tsb vim wp-config.php
  13. Tambahkan nama database, user database dan passwordnya kedalam file tsb lalu save wp-config.php
  14. Lanjutkan instalasi WordPress dg membuka pada browser http://xxxx dimana xxxx adalah domain yg sudah terpasang di server yg ingin diinstali blog dg platform wordpress. Ikuti instruksi yg ada pada halaman instal tsb dan selesai. :D
  15. Agar tidak terjadi error pada permalinks (404 not found) maka ubah ownership domain beserta isinya menurut username Webuzo, contoh chown -R kampret:kampret /home/kampret/public_html/xxxx atau jika pada primary domain chown -R kampret:kampret /home/kampret/public_html/
  16. Sekarang blog wordress anda sudah up dan siap digunakan utk blogging, mengeruk dollar, dll. ;) Login dulu ke dashboard wp untuk kustomisasi blog anda (ganti theme, instal plugin, dll) di http://xxxx/wp-admin (xxxx = domain anda)

Begitulah teman2 dan agan2 yg baik hati semuanya… udah saya share ttg langkah2 untuk memasang wordpress ke VPS yg dimulai dg tahap instalasi panel, menambah domain, membuat nameserver dan menginstal wordpress pada masing2 domain yg sudah ada di server. Memang kalo dibaca maka step2nya terlihat ruwet dan memusingkan, tetapi sebetulnya tidak sesulit yg anda kira. Saya tidak menemui kendala sama sekali ketika mencobanya utk pertama kali, jadi postingan ini adalah dokumentasi real experience bukan sekedar postingan noob yg ngakunya hacker tapi postingan blognya copas tanpa menyebut sumber hehehehhee :D

Blog www.ari-f.com yg anda kunjungi ini, ngom.be/esteh dan beberapa web/blog lain yg udah saya pasang di server ini adalah hasil dari langkah2 yg sudah saya jalankan disini.

Btw, berapa ongkos yg bisa saya hemat dengan tips ini? Sebagai info, sebelumnya saya menyewa sebuah VPS seharga $8.7 perbulan dan lisensi cPanel $13 perbulan, total $21.7 perbulan. Setelah saya migrasi ke DigitalOcean dan dengan menggunakan panel Webuzo ongkos bulanan yg saya keluarkan hanya $10! :D :D

Bagi anda yg ingin menggunakan VPS untuk meng-host blog dg domain sendiri namun pusing (baca: ga ada waktu) dengan tutorial diatas, boleh deh kontak saya utk menggunakan jasa instalasi dan konfigurasi siap pakai seperti tutorial dalam postingan ini. :P

ATTENTION: Bagi yg udah mencoba sampai ke TAHAP 3 langkah nomor 14 tetapi mendapatkan 500 Internal Server Error, maka solusinya adalah:

  1. Login ke panel http://x.x.x.x:2002
  2. Instal NGINX dan set as default (search aja di box search webuzo)
  3. Buang Apache: yum remove httpd -y
  4. Agar tidak 404 not found, lanjut dg tips ini
ATTENTION LAGI Banyak yg baca postingan ini tetapi bukan dalam rangka instal WordPress yg fresh install tetapi migrasi ke VPS baru. Jika anda salah satunya maka wajib hukumnya untuk membaca tutorial berikut ini.
[ Dibaca 3277 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

[Tips Edan Untuk Seller SSH] Cara Create Akun untuk Beberapa Server Sekaligus

Sebenernya tips atau trik ini bukan hanya melulu untuk penjual akun SSH dan sejenisnya, tapi bisa digunakan dalam lingkup yg lebih luas apapun itu selama berkaitan dengan Linux, server dan user. Disini akan saya share mengenai cara membuat akun atau user dan user tsb otomatis akan ter-create juga di server2 anda yg lain. Sounds good? Tentu saja!

Cara ini akan memudahkan anda membuat user ke banyak server yg anda kelola. Bayangkan anda menjadi seller SSH dengan produk akun tunneling yg bisa konek ke beberapa server sesuai pilihan user (contohnya: klik disini). Misal anda punya 6 server untuk 1 akun SSH yg anda tawarkan, apakah itu artinya anda harus login ke masing2 server untuk membuat akun jika ada pembeli? Walahh capek tuh, bayangkan jika ada 5 pembeli pada saat yg bersamaan… artinya ada setumpuk pekerjaan yg harus anda laksanakan cepat.

Seller yg baik adalah seller yg “malas” karena sudah memanfaatkan kinerja server dg baik :D jadi, lupakan cara boros tenaga tsb. Ganti dengan cara yg lebih irit energi: login ke 1 server, create, selesai dan otomatis server lain akan meng-create user tsb dg data yg sama. Lebih singkat, mudah, duit segera masuk kantong plus anda punya banyak waktu untuk kegiatan lainnya. hahaha :D

Pada tips yg saya posting kali ini saya akan gunakan 6 buah VPS dg OS Debian, anda bisa gunakan distro yg anda gandrungi tetapi sebaiknya masing2 VPS menggunakan distro yg sama. Langkah konfigurasinya mungkin sedikit ruwet tetapi sebetulnya sederhana saja dan hasil akhirnya adalah anda lebih nyantai dalam melayani buyer. Here we go……..

Saya akan gunakan sebuah VPS untuk melayani pembeli, dari VPS inilah dan hanya dari sinilah saya akan create akun. Selanjutnya akun tsb tercreate di 5 server saya yg lain. VPS ini saya beri nama: “VPS sentral”. Dan saya hanya perlu login kesini jika ada pembeli.

  1. VPS sentral harus dapat konek secara auto (tanpa password) ke 5 VPS saya yg lain. Oleh karenanya anda perlu menggunakan ssh-keygen agar dapat konek ke server lain tanpa repot isi password. Warning: jika anda pernah menjalankan ssh-keygen di server anda maka abaikan step ini dan langsung masuk ke step nomor 2. Bagi yg belum pernah menjalankan ssh keygen, cukup jalankan di VPS sentral: ssh-keygen kemudian diikuti enter beberapa kali (ga perlu isi apapun)
  2. Sekarang jalankan command: ssh-copy-id -i /root/.ssh/id_rsa.pub x.x.x.x (dimana x.x.x.x adalah IP dari VPS anda yg lain, disini anda akan diminta untuk isi password dari VPS yg dituju)
  3. Ulangi step nomor 2 untuk VPS lainnya, sesuaikan saja IP-nya pada command tsb
  4. Sekarang test-lah koneksi dari VPS sentral ke masing2 VPS yg lain: ssh x.x.x.x (jika berhasil login tanpa diminta isi password artinya langkah sebelumnya sudah aman)
  5. Aplikasi yg akan kita manfaatkan berikutnya adalah rsync. Saya ga akan beberkan mengenai rsync, jadi monggo googling saja. Jika pada semua server belum terinstal maka silahkan diinstal dulu: apt-get instal rsync
  6. Masih di VPS sentral, jalankan command: export UGIDLIMIT=1000
  7. Langkah nomor 6 adalah memfilter agar hanya user manusia saja yg dicopy oleh server. Selanjutnya buatlah sebuah folder untuk menampung file user: mkdir /root/replika (Anda boleh membuat dimana saja selain di direktori /root dan boleh pake nama apa saja)
  8. Command yg menjadi inti dari tips ini yaitu:
    awk -v LIMIT=$UGIDLIMIT -F: '($3>=LIMIT) && ($3!=65534)' /etc/passwd |awk 'END{print}' > /root/replika/passwd.copy
  9. Dan command:
    awk -v LIMIT=$UGIDLIMIT -F: '($3>=LIMIT) && ($3!=65534) {print $1}' /etc/passwd | tee - |egrep -f - /etc/shadow |awk 'END{print}' > /root/replika/shadow.copy
  10. Fungsi dari masing2 command tsb adalah mengcopy 2 file yg berisi data sebuah akun (username+password) ke dalam direktori replika yg terletak di dalam dir /root. Command tsb bukan mengcopy semua user tetapi hanya user yg terakhir dibuat saja. Nah apakah anda mulai paham dg idenya? :P FYI, dalam setiap mesin Linux data user yg berupa username dan password itu disimpan dan dienkripsi ke dalam file passwd dan shadow yg masing2 berada di dir /etc. Kalau belum paham silahkan copas command tsb lalu tengok dir /root/replika anda, ada 2 buah file kan? dan cek isinya dg command cat, surprise! Data akun yg terakhir dibuat ada didalamnya. (Tentu saja anda harus membuat user dulu di server ini)
  11. Sekarang gabungkanlah 2 command inti diatas dg command rsync, kumpulin jadi satu kedalam sebuah file yg nantinya bisa dieksekusi: vim /usr/bin/mumetndase
  12. Kurang lebih seperti ini isinya, silahkan sesuaikan dg server2 yg anda gunakan:
    awk -v LIMIT=$UGIDLIMIT -F: '($3>=LIMIT) && ($3!=65534)' /etc/passwd |awk 'END{print}' > /root/replika/passwd.copy
    awk -v LIMIT=$UGIDLIMIT -F: '($3>=LIMIT) && ($3!=65534) {print $1}' /etc/passwd | tee - |egrep -f - /etc/shadow |awk 'END{print}' > /root/replika/shadow.copy
    #
    rsync -avzh -e 'ssh -p 22' --progress /root/replika/ x.x.x.x:/root/move/
    rsync -avzh -e 'ssh -p 22' --progress /root/replika/ y.y.y.y:/root/move/
    rsync -avzh -e 'ssh -p 22' --progress /root/replika/ z.z.z.z:/root/move/
    rsync -avzh -e 'ssh -p 22' --progress /root/replika/ a.a.a.a:/root/move/
    rsync -avzh -e 'ssh -p 22' --progress /root/replika/ b.b.b.b:/root/move/
  13. Save file tsb dan berikan permission: chmod +x /usr/bin/mumetndase. Keterangan: x.x.x.x, y.y.y.y, z.z.z.z, a.a.a.a, dan b.b.b.b adalah IP dari masing2 server, jadi silahkan diganti dg IP server anda dan bukannya malah diisi dg hurup tsb :P
  14. Sekarang anda punya custom command yaitu mumetndase (jalankan dg ketik mumetndase lalu enter) Tapi tunggu! Jangan jalankan dulu command mumetndase. Sekarang setting dulu server2 yg lain.
  15. Loginlah ke masing2 5 server yg lain kemudian buatlah direktori di dalam /root bernama move: mkdir move. Buat juga sebuah dir bernama backup untuk backup user yg telah ada nantinya: mkdir backup
  16. Pada masing2 5 server buatlah file bernama userbaru pada direktori yg ditentukan seperti ini: vim /usr/bin/userbaru
  17. Isikan dengan:
    cat /etc/passwd > /root/backup/passwd.backup
    cat /etc/shadow > /root/backup/shadow.backup
    cat /root/move/passwd.copy >> /etc/passwd
    cat /root/move/shadow.copy >> /etc/shadow
    rm -f /root/move/*.copy
  18. Beri permission: chmod +x /usr/bin/userbaru
  19. Edit crontab agar command userbaru jalan setiap menit: vim /etc/crontab
  20. Tambahkan entri: * * * * * root /usr/bin/userbaru &> /dev/null
  21. Save dan restart cron: service cron restart
  22. Selesai! Sudah cukup pusing? Hehehhe….

OK, sekarang anda bisa masuk ke VPS sentral dan tiap ada buyer anda bisa membuatkan akun dengan command useradd, beri password dg command passwd kemudian agar user tsb ter-replika di semua server, ketik saja command yg sebelumnya udah diset yaitu mumetndase (enter). Dalam waktu 2 – 3 menit user tsb akan ada di server2 yg lain dan tentu saja user tsb bisa login dg password yg sama ke server yg lain!

Apabila anda sudah menggunakan bash script untuk auto create user (seperti punya saya ini), atau yg lain maka command mumetndase bisa anda sisipkan di akhir script tsb, misalnya: /usr/bin/userbaru &> /dev/null. Sehingga nanti apabila anda mengeksekusi script tsb utk create user, sistem akan otomatis mereplika user tsb ke server lain seperti yg udah disetting diatas.

Penjelasan: Sebetulnya apa sih yg terjadi dg rangkaian langkah2 diatas? Jika belum begitu paham dg yg saya tulis ini, maka berikut penjelasannya secara sederhana — VPS sentral berfungsi untuk membuat user, dia akan mengcopy user terakhir yg ada di berkas /etc/passwd (yg artinya pula itu adalah user yg terakhir dibuat) kemudian VPS sentral akan melakukan rsync (atau deskripsi gampangnya sinkronisai secara remote dg server lain) antara 2 buah direktori yaitu replika yg ada di dalam VPS sentral dan dir bernama move yg ada di masing2 server lain. Selanjutnya masing2 server akan memanfaatkan cron untuk mengecek isi dari dir move, apabila ditemukan ada file baru maka dia akan menambahkannya ke dalam /etc/passwd dan /etc/shadow. :D

Jika tutorial ini dijalankan dengan benar maka silahkan buktikan sendiri. Buat 1 akun di server sentral kemudian cek lah masing2 server dengan command cat /etc/passwd atau bisa jg dg script cek userlist yg udah saya bagi disini. Anda akan mendapati user tsb berada di masing2 server.

Pertanyaan: bisakah jika user diserver sentral dihapus atau diganti passwordnya maka di server yg lain akan menjalani hal serupa? Jawabnya adalah TIDAK bisa. Ingat, ini adalah tips mereplika user saja dan 100% work seperti yg diinginkan namun ga menutup kemungkinan bisa dikembangkan lebih menjadi seperti itu. Tugas kalian lah sekarang untuk ngoprek trik ini agar jadi lebih powerful dan demi kebaikan umat, hehehehehehhhheeee…

Source script yg ada pada step 8 dan 9:

http://www.cyberciti.biz/faq/howto-move-migrate-user-accounts-old-to-new-server

…yang sejatinya merupakan command untuk backup/migrasi user ke server lain/baru. Saya oprek dikit sehingga berfungsi mencomot user yg terakhir dibuat. ;)

Demikian semoga bermanfaat. Salam ngoprek!!!! :D
[ Dibaca 1045 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

[Budget Minim] Cari VPS SG untuk SSH Tunnel? Pilih DigitalOcean! +$10 Promo Code

Selamat siang para pengunjung :D

DigitalOcean menjadi provider SSD cloud server yg namanya mulai tenar, disamping cara order yg mudah dengan user interface yg bersahabat, sistem pay as you use (bayar utk yg dipake), cloud server yg ditawarkanpun juga top. Bagi rekan2 yg sedang ingin punya server SSH tunnel SG sendiri tapi masih minim budget maka DigitalOcean (atau mulai kondang disebut DO) bisa menjadi pilihan.

Untuk mengaktifkan server di DigitalOcean caranya cukup sederhana dan bisa langsung online dalam waktu 1 – 2 menit saja. Selanjutnya server langsung bisa anda gunakan dan dioprek sesuai kebutuhan, misalnya untuk dijadikan server SSH tunnel ataupun VPN ataupun lainnya. Interface customer di DigitalOcean berbeda dg kebanyakan penyedia host pada umumnya. Disini, VPS disebut dengan istilah Droplet. Nah begini caranya jika anda ingin deploy droplet di DigitalOcean.

Pertama-tama, sesuai dengan judul posting ini yg menggunakan embel2 kata “budget minim” anda hanya membutuhkan dana sebesar $5 saja (lebih bagus $10 biar bisa sewa yg speknya cocok utk SSH tunnel). Dengan dana tersebut anda bisa mengaktifkan akun DigitalOcean dan bisa men-deploy droplet dengan spek dan lokasi manapun yg anda mau. Uang $5 tsb akan terkredit kedalam akun dan anda boleh create server yg anda inginkan. $5 tsb juga cukup untuk meng-cover biaya sewa server dg spek ram 512 MB, HDD 20 GB (SSD) dan ram 1 TB/bulan… murah kan? Anda juga bisa memilih server yg terletak di Singapore tentunya. OK, mari lanjut dg cara deploy droplet di DigitalOcean:

  1. Siapkan duit sebesar $5 dalam akun Paypal, atau kalo punya kartu kredit anda juga dapat menggunakannya untuk membuat akun di DigitalOcean
  2. Register akun DigitalOcean disini
  3. Aktifasi dengan melakukan pembayaran sebesar $5 dengan Paypal, tunggu sampai dapat email konfirmasi
  4. Jika ingin mendapat tambahan kredit senilai $10 baca keterangan dibawah postingan ini
  5. Nah sekarang saatnya mendeploy droplet Singapore untuk keperluan SSH tunnel (ataupun lainnya). Klik tombol create!
  6. Hostname isikan nama apa saja bebas minimal 4 karakter, saya beri contoh misal VPS1: deploy SG.do server
  7. Pilih spek yang diinginkan dengan cara klik boks berisi data spek server yg tertera. Sebagai contoh saya akan pilih spek server seharga $5 perbulan. Tetapi anda juga bisa mengaktifkan server dg spek lebih tinggi, ga masalah. Yg jelas pastikan nanti dana anda di DigitalOcean cukup untuk mengcover biaya sewa (billing akan mendebit otomatis dana anda perjam). sewa VPS SG di digitalocean
  8. Pilih region yg diinginkan, sebagai contoh saya pilih server yg berada di Singapore: SG.do
  9. Pilih distro Linux yg anda cintai, sebagai contoh saya memilih Debian dengan versi 7 (32 bit). Anda tentu saja bisa memilih mana yg anda gandrungi hanya dengan tinggal klik2 saja pada pilihan yg tersedia: VPS digitalocean
  10. Gampang sekali kan? OK, last step… klik saja tombol kolor ijo “Create Droplet” yang ada pada bagian bawah page tsb. Seketika server akan di-deploy oleh system dan progresnya bisa anda lihat. Lama proses sekitar 1 – 2 menit. Segera cek email untuk melihat detail server yg baru saja anda create.
  11. Setelah mendapat email mengenai server yg baru saja anda deploy, anda bisa segera login ke server tsb dengan tool Putty. Setelah login untuk yg pertama kalinya biasanya anda akan diminta untuk mengganti password yg sebelumnya udah digenerate oleh DigitalOcean secara acak.
  12. Langkah selanjutnya terserah anda hehehhe… Mungkin mau berjualan SSH dengan cara yg menyenangkan seperti ini? :P

Nahhhh, begitulah.. sekarang sudah ada alternatif yg layak dipertimbangkan jika anda ingin punya server Singapore untuk SSH tunnel tapi kantong kurang tebal untuk menyewa SG.GS :D

Oh kurang seru rasanya kalo ngerumpi masalah server tanpa menguji speed server tersebut. Maka dari itu saya segera melakukan speed test pada server Singapore DigitalOcean yg baru saja saya deploy. Sekaligus akan saya share caranya, seperti yg sudah dipaparkan via blog lowendbox.com:

  1. Login dg putty ke server dan baca mantra ini: wget -O speedtest-cli https://raw.github.com/sivel/speedtest-cli/master/speedtest_cli.py
  2. Beri permission executable: chmod +x speedtest-cli
  3. Luncurkan: ./speedtest-cli --share
  4. Untuk test ulang cukup jalankan command nomor 3 saja. Hasil dari uji kecepatan server SG yg saya deploy:

Well done! Setelah droplet SG anda aktif, bisa dicoba mulai menyetting untuk pembuatan akun SSH seperti disini, atau mencoba membuat akun SSH trial secara cepat disini. Monggo dicek dan dipelajari dulu siapa tahu itu yg anda butuhkan hehe.

BEGINNER INFO:
Setelah akun DigitalOcean aktif, anda diijinkan untuk create maksimal 5 droplets. Kredit akan terpotong perjam untuk masing2 droplet, jadi pastikan dana anda cukup untuk biaya semua droplets yg anda create. Jika kredit menipis tambahkan lagi payment via billing agar droplets tetap online. :P

PELUANG USAHA:
Anda bukan termasuk orang yg jeli jika belum melihat adanya peluang usaha hehehe. Ya betul, peluang usaha menjual server/VPS dari DigitalOcean! Banyak sekali orang2 yg tertarik utk beli server disini namun terkendala masalah payment. So jika anda mempunyai Paypal (dan punya saldo tentunya) atau creditcard maka anda bisa me-resell server dari DO, dan ini memang diijinkan oleh mereka. Sejauh ini DO tidak menetapkan harga reseller, jadi anda hanya perlu menaikkan sendiri misal $5 dijual dg kisaran harga 80 ribuan. :D Siapkan saja dana secukupnya dan deposit ke DigitalOcean, kemudian submit ticket untuk request menambah limit droplet (dari 5 menjadi lebih banyak).

PROMO CODE:
Masukkan code berikut ini pada Billing DigitalOcean setelah anda register. Ingat meski akan terkredit $10 tetapi anda wajib untuk mengaktivasi account anda dengan membayar $5 (step nomor 3 diatas). Tanpa aktivasi $5, kredit tsb blm dapat digunakan. Monggo silahkan pilih saja salah satu kode voucher $10 yg bisa anda gunakan:

OMGSSD10 | DEPLOY2DO | 2014SSD

Note: Promo code bisa expire kapan saja.

OK teman2 yg baik hati demikian postingan saya mengenai DigitalOcean…. Info lebih lengkap silahkan dibaca2 sendiri saja di…

DigitalOcean

[ Dibaca 2095 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!

 
 

[Khusus Pemula] Tutorial Flashing Moto Defy MB525 Menggunakan RSD Lite

Hello pecinta Motorola Defy…

Coba2 ngoprek Defy malah error, mentok di logo M atau cuma bootloop? Pusing, stres dan panik karena ngoprek gagal? Heheheh tenang saja, bangkitkan kembali mbak Defy dengan cara flashing SBF!

Berikut ini cara flashing Defy menggunakan tool RSD Lite untuk mengembalikan Defy seperti keadaan semula, seperti fresh habis beli, masih perawan, untouched, unrooted, dan ori hehehe :D

  1. Download dan install RSD Lite untuk melakukan flashing, disini
  2. Download driver untuk RSD Lite kemudian ekstrak di suatu tempat, disini
  3. Download SBF file untuk Defy regional Asia tenggara disini, ekstrak di Desktop dan rename menjadi nama yg mudah misal defy.sbf.
  4. Siapkan Defy yang akan diflashing, pastikan baterai tidak low dan setidaknya diatas 50%. Jika baterai nyaris mati atau malah sudah 0% maka gunakan trik ini.
  5. OK siap2…. Tekan dan tahan tombol volume Defy pada posisi up kemudian tekan tombol power
  6. Setelah kira-kira 2~ detik, lepaskan tombol2 tsb… gampang kok, kalo benar maka akan segera muncul di screen Defy berupa kata2 “Bootloader” dan keterangan lain misalnya “Battery OK”, “OK to Program” dan “Connect USB Data Cable”. Jika tidak ada message yg menakutkan maka Defy sudah siap untuk flashing
  7. Colokkan kabel data USB dari Defy ke PC. Windows akan segera mendeteksi new hardware dan installah driver yg sudah didownload pada step nomor 2. Jika ga bisa, tunggu beberapa saat sampai PC mengenali adanya hardware baru lalu lanjut dg instal driver secara manual via Device Manager pada Windows. Defy ini tidak dikenali dan akan memunculkan icon tanda seru dalam rambu kuning, nah dari situ anda bisa klik kanan lalu “Update driver software…”
  8. Jika step nomor 7 OK, sekarang jalankan tool RSD Lite yg sudah diinstal sebelumnya
  9. Step nomor 9 ini mudah dan saya rasa sudah self-explanatory. Temukan file defy.sbf yg sebelumnya diekstrak dengan klik tombol [...]. Pastikan Defy sudah terdetek oleh RSD Lite
  10. Klik tombol start untuk memulai flashing. Proses akan berjalan sekitar 15~ menit.
  11. Jika flashing berhasil Defy akan reboot diawali dengan memunculkan logo M merah, dan akan boot Android Froyo 2.2.2 yg masih fresh! Sukses!

Nah sampai disini anda akan mempunyai Defy baru lagi, seperti habis beli hehehe. Langkah selanjutnya terserah anda, apakah mau rooting dan instal custom rom, dst.. Lanjutkanlah ngopreknya dan ga khawatir lagi jika sesuatu terjadi tinggal balik ke step 1. :D

Saya ga sempat mendokumentasikan screenshot pada saat flashing, tapi kurang lebih tampilannya seperti ini. Pastikan Defy terdetek oleh RSD Lite dan muncul keterangan pada kolom Port No, Port type… dst. Jika disitu kosong (seperti pic dibawah ini) artinya Defy belum terdetek.

RSD lite defy

Lampiran pic:

Inilah Moto Defy yg dihidupkan pada posisi bootloader dan dicolok ke PC namun PC belum mengenali device tsb (perhatikan nama S Flash OMAP3630) :

flashing defy mb

Inilah ketika driver sudah terinstal dan Moto Defy dikenali oleh PC: flash Defy RDS Lite

Dan inilah ketika proses flashing sedang berlangsung: flashing defy dg SBF

[ Dibaca 650 kali ]

Bagikan artikel ini ke teman agar banyak rejeki!